Jokowi Mengaku Boleh Berpihak, Mungkin Elektabilitas Prabowo-Gibran Tak Bergerak

Rabu, 24 Januari 2024 – 21:21 WIB
Pengamat politik Ray Rangkuti. Foto: dok JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang berupaya menaikkan elektabilitas Prabowo Subianto - Gibran Rakabumung Raka yang mandek.

Penilaian itu didasarkan pernyataan Jokowi soal presiden boleh berkampanye dan memihak kepada kontestan pilpres.

BACA JUGA: Di Depan Prabowo, Jokowi Tegaskan Presiden Boleh Berkampanye dan Memihak

Ray menyebut pernyataan Jokowi tersebut sebagai upaya mengerek elektabilitas capres-cawapres bernomor urut 2 di Pilpres 2024 itu.

"Kemacetan itu hanya bisa diurai oleh keterlibatan Presiden Jokowi," ujar Ray melalui layanan pesan, Rabu (24/1/2024).

BACA JUGA: Keberpihakan Jokowi di Pilpres Sama Saja Mengadu Domba Anak Bangsa

Pemerhati politik itu menyatakan tim pemenangan maupun ketua partai pengusung Prabowo - Gibran sudah tidak bisa mendongkrak elektabilitas pasangan capres-cawapres dari Koalisi Indonesia Maju tersebut.

Ray menambahkan penampilan Gibran pada Debat Keempat Cawapres Pemilu 2024 pada Minggu lalu (21/1/2024) juga menimbulkan kesan negatif.

BACA JUGA: New York Times Sebut Prabowo Timbulkan Ketakutan, Analis Anggap Gemoy Cuma Pencitraan

"Lebih sulit lagi karena performa Gibran dalam debat terakhir bagi cawapres berakhir dengan kesan negatif paling tinggi di antara tiga cawapres," kata Ray.

Aktivis prodemokrasi itu juga menyinggung soal narasi gemoy untuk memoles Prabowo. Menurut Ray, gemoy sudah tidak manjur lagi dalam mengangkat elektabilitas ketua umum Gerindra itu.

Ray pun menyebut cawe-cawe Jokowi menjadi satu-satunya cara menaikkan elektabilitas Prabowo - Gibran.

"Wajah gemoy makin sulit menjadi ikon elektabilitas. Satu-satunya yang bisa mengangkat kembali elektabilitas tersebut hanyalah Pak Jokowi, presiden sekaligus bapaknya Gibran," kata Ray.

Jokowi menyatakan dirinya sebagai presiden boleh berkampanye. Presiden Ketujuh RI itu menyatakan hal tersebut di depan Prabowo seusai serah terima pesawat C-130J-30 Super Hercules di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (24/1/2024). 

"Presiden boleh berkampanye. Presiden itu boleh, lo, memihak,” ujarnya kepada media.

Menurut Jokowi, presiden selain sebagai pejabat publik juga merangkap pejabat politik.

Namun, mantan gubernur DKI itu menegaskan ada larangan soal penggunaan fasilitas negara untuk kampanye.

“Ya, boleh saja saya kampanye, tetapi harus cuti dan tidak memakai fasilitas negara,” katanya.(ast/jpnn.com)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dianggap Arogan & Merendahkan saat Debat, Gibran bin Jokowi Jadi Sorotan Media Asing


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler