Jokowi Sampaikan Dua Pesan Saat Peluncuran Bantuan Tunai se-Indonesia 2021

Risma: Keseluruhan Anggaran yang Disalurkan Januari Rp 13,93 Triliun

Senin, 04 Januari 2021 – 19:55 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini menghadiri Peluncuran Bantuan Tunai se-Indonesia Tahun 2021,oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin (4/1). Foto: Humas Kemensos.

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi meluncurkan tiga bantuan tunai dalam rangka penanganan dampak pandemi Covid-19 pada awal 2021 ini.

Bantuan tunai yang dilanjutkan meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako/Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

BACA JUGA: Kabar Baik dari Tri Rismaharini, Tiga Bansos Salur Serentak se-Indonesia Awal 2021

Menurut Presiden Jokowi, pemerintah melanjutkan program bantuan tunai untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19, dan mendorong pergerakan perekonomian. Pemerintah telah mengalokasikan Rp 110 triliun di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021.

Presiden Jokowi menyatakan, penyaluran bantuan tunai berjalan terhitung hari ini, untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 34 provinsi, dari Sabang sampai Merauke, Miangas hingga Pulau Rote.

BACA JUGA: Blusukan Pertama Risma, Sapa Penyandang Disabilitas, Bawa Sambal Goreng

Mantan gubernur DKI Jakarta itu menekankan bantuan tunai digunakan untuk belanja kebutuhan yang memang mendesak sebagai dampak pandemi corona.

“Kalau yang (peruntukannya) untuk beli sembako ya untuk beli sembako, bukan untuk beli rokok. Hati-hati ini terutama buat bapak-bapak, jangan untuk membeli rokok. Pakai untuk membeli sembako sehingga meringankan beban selama masa pandemi,” kata Presiden Jokowi dalam acara Peluncuran Bantuan Tunai se-Indonesia Tahun 2021, di Istana Negara, Jakarta, Senin (4/1). Acara juga diikuti para gubernur di 34 provinsi melalui teleconference.

BACA JUGA: Jokowi Minta Jajarannya Salurkan Bansos di Awal Januari

Kedua, Presiden Jokowi berpesan agar bantuan tunai bisa sampai ke tangan KPM dengan segera dan utuh, tidak ada potongan-potongan.

“Saya ingatkan lagi, kepada KPM dan tetangganya yang hari ini tidak datang ke istana bahwa bantuan diterima utuh, tidak ada ada potongan-potongan. Karena ini ditransfer melalui rekening masing-masing penerima baik itu melalui Bank Himbara maupun ke Kantor Pos,” katanya.

Presiden Jokowi dalam kesempatan itu sekaligus menginstruksikan kepada menteri terkait dan para gubernur agar mengawasi dan memastikan bahwa penyaluran bantuan berjalan tepat waktu, sasaran, dan tidak ada potongan-potongan.

Dengan demikian, diharapkan bantuan tunai dapat membantu meringankan beban rakyat di tengah pandemi Covid-19, dan juga mengggerakkan roda perekonomian sebagaimana diharapkan.

“Agar dampak ekonominya dapat segera muncul dan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” kata dia.

Menteri Sosial (Mensos) Rismaharini dalam kesempatan itu melaporkan kepada Presiden Jokowi terkait anggaran Kemensos, target dan alokasi masing-masing dari bantuan tunai.

Bantuan tunai PKH menjangkau 10 juta KPM dengan total anggaran Rp 28,71 triliun. PKH disalurkan setiap tiga bulan sekali, dalam empat tahap (Januari, April, Juli dan Oktober 2021) melalui Bank Himbara (BNI, BRI, Mandiri dan BTN).

“Pada bulan Januari, PKH akan disalurkan dengan anggaran sebesar Rp 7,17 triliun,” ungkap Risma.

Program Sembako/BPNT target penerimanya 18,8 juta KPM dengan anggaran Rp 45,12 triliun. Bantuan disalurkan melalui Bank Himbara dan agen yang ditunjuk dari Januari-Desember 2021 dengan indeks Rp 200.000 per bulan per KPM.

Total anggaran yang disalurkan Januari Rp3,76 triliun. Bantuan Sosial Tunai disalurkan melalui PT Pos Indonesia selama empat bulan (Januari- April 2021) dengan indeks Rp 300.000 per bulan per KPM.

Target penerima untuk Bansos Tunai sebanyak 10 juta KPM dengan anggaran Rp 12 triliun. Pada Januari, Bansos Tunai akan disalurkan anggaran Rp 3 triliun. “Sehingga keseluruhan anggaran yang disalurkan bulan Januari sebesar Rp 13,93 triliun,” kata Risma.

Peluncuran bantuan tuniai untuk PKH dan Program Sembako dilaksanakan oleh bank-bank milik negara (BRI, BNI, Mandiri, dan BTN) yang diserahkan Presiden secara simbolik di Istana Negara.

“Bagi penerima yang sakit, lanjut usia, dan penyandang disabilitas berat, bank-bank tersebut akan mengantarkan langsung ke tempat tinggal masing-masing,” kata Risma.

Begitu juga untuk Bansos Tunai PT Pos Indonesia, penyerahannya akan langsung diantarkan ke tempat tinggal masing-masing bagi keluarga.

Risma berpesan penerima PKH agar bijaksana dan tepat dalam menggunakan bantuan, seperti untuk peningkatan kesehatan keluarga, pendidikan anak, dan mengurangi beban keluarga, kebutuhan dasar modal usaha dan sebagian untuk ditabung.

“Program Sembako yang diserahkan dalam bentuk bantuan pangan nontunai hendaknya dibelanjakan di e-warung setempat, untuk bahan pangan karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sumber vitamin dan mineral,” katanya.

Bansos Tunai yang diberikan kepada nonpenerima PKH dan Kartu Sembako agar dimanfaatkan pembelian kebutuhan pokok/bahan makanan, seperti beras/jagung, lauk pauk, sayur mayur, buah-buahan, dan keperluan lain yang bermanfaat dalam menghadapi Covid-19. (*/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler