Jokowi: Saya Ngomong Gitu Saja Ramai

Jumat, 05 Maret 2021 – 14:05 WIB
Presiden Joko Widodo. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo merasa heran ada pihak yang meramaikan pernyataannya agar masyarakat Indonesia membeli produk dalam negeri dan membenci barang asing.

Menurut pria yang akrab disapa Jokowi itu, tidak ada yang aneh dari pernyataannya itu.

BACA JUGA: Jokowi Serukan Benci Produk Asing, Roy Suryo: Kenapa tidak Naik Esemka?

Hal itu disampaikan Jokowi saat meresmikan pembukaan Rapat Kerja Nasional XVII HIPMI pada 2021 di Istana Bogor, Jumat (5/3).

Jokowi menjelaskan, seluruh negara di tengah pandemi Covid-19 ini mengalami krisis kesehatan dan juga ekonomi.

BACA JUGA: Kubu AHY Ingin Hentikan KLB Hari ini, Darmizal: Nasi Sudah jadi Bubur

Untuk memperbaiki aspek ekonomi, kata dia, perlu adanya investasi dan belanja dalam negeri.

"Perbaikan ekonomi Indonesia yang didukung dari sisi demand jangan sampai hanya menguntungkan produk dari luar negeri, tetapi justru harus bisa mendukung produk dalam negeri sehingga tercipta efek domino dan menggerakkan produk dalam negeri semakin besar," kata Jokowi.

BACA JUGA: Tim Satgas COVID-19 Datangi Lokasi Acara KLB Partai Demokrat

Dalam Rapat Kerja Nasional Kementerian Perdagangan kemarin, Jokowi mengajak semua masyarakat untuk mencintai produk Indonesia.

"Kemarin saya sampaikan untuk cinta produk Indonesia, untuk bangga terhadap produk Indonesia, dan boleh saja kami bilang tidak suka pada produk asing. Masak kami enggak boleh bilang tidak suka, kan boleh saja enggak suka pada produk asing," kata Jokowi.

Meski demikian, Jokowi tidak menyadari pernyataannya itu memancing emosi sejumlah pihak.

"Gitu saja ramai, saya ngomong benci produk asing gitu saja ramai, boleh kan tidak suka produk asing, tetapi untuk menuju loyalitas konsumen kami pada produk-produk dalam negeri," kata Jokowi.

Jokowi mengakui ada banyak syarat untuk menjadi produsen yang berkualitas dan mampu bersaing di pasar. Di antaranya harga kompetitif dan kualitasnya baik.

"Kami senang kalau misalnya dulu impor serat rayon, bijih plastik sekarang sudah diproduksi di dalam negeri," kata dia. (tan/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler