Jokowi Sudah Ambil Risiko, Baasyir Ogah Terburu-buru

Sabtu, 19 Januari 2019 – 21:41 WIB
MAKAN BARENG: Yusril Ihza Mahendra (kiri berpeci) saat makan siang bersama Abu Bakar Baasyir di Lapas Teroris Gunung Sindur, Bogor, Jumat (18/1). Foto: dokumentasi pribadi Yusril for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Pakar hukum Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan, terpidana perkara terorisme Abu Bakar Baasyir enggan terburu-buru keluar dari penjara di Lapas Gunung Sindur, Bogor. Meski Baasyir sudah bisa mengurus pembebasan bersyaratnya pada Senin depan (21/1), namun pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo itu meminta waktu untuk tak mau terburu-buru.

Yusril dalam jumpa pers di Jakarta, Sabtu (19/1) mengungkapkan, dirinya telah bertemu Baasyir di Lapas Gunung Sindur, Jumat (18/1). Dalam pertemuan itu pula Baasyir menyampaikan keinginannya untuk memberiskan kamar tempatnya menjalani hukuman.

BACA JUGA: Kunjungi Garut, Pak Jokowi Potong Rambut

"Jangan buru-buru, saya mau beresi kamar saya. Di situ banyak barang dan buku, tunggulah tiga sampai lima hari," ujar Yusril menirukan permintaan Baasyir. Baca juga: Cerita Yusril tentang Keinginan Jokowi Bebaskan Baasyir dari Bui

Menurut Yusril, jika surat pembebasan untuk Baasyir terbit pada Senin depan maka ulama kelahiran Jombang, 17 Agustus 1938 itu sudah bukan lagi berstatus narapidana. Namun, kata Yusril menambahkan, Baasyir kemungkinan tak serta-merta meninggalkan Lapas Gunung Sindur meski sudah mengantongi surat pembebasan.

BACA JUGA: Kalau demi Kemanusiaan, Kenapa Cuma Abu Bakar Baasyir?

“Kalau sudah diteken Senin, hari Rabu atau Kamis baru meninggalkan lapas. Ustaz (Baasyir, red) bukan narapidana lagi, cuma menumpang tidur di LP saja," sambung Yusril

Mantan menteri hukum dan hak asasi manusia itu menambahkan, pembebasan Baasyir sudah melalui pertimbangan matang. Bahkan, Presiden Joko Widodo yang memberi restu bagi pembebasan Baasyir memilih mengambil risiko dengan munculnya tekanan internasional.

BACA JUGA: Pembebasan Abu Bakar Baasyir Terkait Pilpres 2019? Begini Penjelasan TPM

Baca juga: Baasyir Ogah Bersumpah Setia kepada Pancasila, Begini Reaksi Pak Jokowi

Yusril yang kini menjadi lawyer bagi Jokowi mengungkapkan, Australia getol menekan pemerintah Indonesia soal Baasyir. “Jadi, Pak Jokowi mengambil keputusan ini bukan tanpa risiko,” tandas Yusril. (cuy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Baasyir Ogah Bersumpah Setia kepada Pancasila, Begini Reaksi Pak Jokowi


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler