Jonathan Kuo Tampil Memukau di Resital Solo Perdananya

Senin, 12 Desember 2016 – 02:46 WIB
Jonathan Kuo usai acara. Foto: ist

jpnn.com - JAKARTA - Pianis belia Jonathan Kuo sukses memukau ratusan penonton dalam resital piano solo di Goethe Haus, Jakarta, Minggu (11/12).

Dalam konser pembuka Steinway Concert Series ini, Jonathan tampil apik dengan memainkan karya komponis kenamaan, seperti Ludwig van Beethoven, Robert Schumman, Claude Debussy dan Frederic Chopin.

BACA JUGA: Titi Kamal: Kalau Ditanya, Dia Bilangnya gak mau

Konser dibuka dengan "Tempest Sonata" karya L. v. Beethoven. Jonathan yang berbalut setelan hitam-hitam tampak begitu fokus dan tenang memainkannya. Pasalnya, untuk memainkan komposisi ini memang membutuhkan kedisplinan tinggi.

Tepuk tangan menggema usai tuts terakhir ditekan. Choky Sitohang yang menjadi pemandu acara pun naik ke panggung untuk memberikan rehat kepada Jonathan. Tak lama berselang, Choky kembali memanggil Jonathan untuk kembali tampil. 

BACA JUGA: Cieee... Bang Igun Dicariin Ammy Nih, Katanya Lagi Rindu Berat

Karya kedua yang dimainkan yakni, "Papillon" karya Robert Schumann. Lagi-lagi kelincahan jemari pianis berusia 14 tahun ini mampu menghipnotis penonton.

Ini mengingat untuk memainkan komposisi nada yang diciptakan di era romantika sangat memerlukan ketajaman intuisi untuk dapat menghadirkan kontras suasana.

BACA JUGA: Habis dari Dokter Kandungan, Gilang Dirga Sedih Banget

Jonathan sukses menciptakan kecemasan yang mencengkeram, nuansa kemenangan serta riangnya emosional penonton. 

Babak kedua dimulai dengan sedikit perbincangan antara Jonathan dengan Choky.

"Saya menikmati mengekspresikan diri dengan piano," kata Jonathan menjawab pertanyaan Choky soal alasan menjadi pianis.

"Berapa lama waktu untuk menyiapkan konser ini," tanya Choky.  

"Biasanya orang berlatih 1-2 jam, ada yang sampai 10 jam tapi nggak fokus, saya berlatih 4 jam. Namun itu tidak menghilangkan waktu untuk bergaul. Saat tidak latihan saya bertemu dengan teman. Mereka pun hadir dikonser ini," jawab Jonathan yang disambut tepuk tangan penonton. 

Usai perbincangan, Jonathan memulai kembali konsernya dengan memainkan karya yang lebih modern, yakni tiga buah Prelude dari Claude Debussy.

Karya ini menghadirkan kekayaan harmoni yang berbeda, dimana efek suara merupakan komponen yang sangat penting. Frederic Chopin, komponis favorit para pianis remaja, juga menjadi pilihan pada program konser. 

Jonathan menghadirkan dua buah karya virtuostik dari komposer ini, yang masing-masing berdurasi 10 hingga 12 menit. Melalui karya Chopin ini, Jonathan berhasil menghadirkan kekayaan rasa, nuansa dan karakter yang seluruhnya hadir dalam sebuah mahakarya.

Terlebih pembawaan Jonathan yang sangat tenang namun tidak menghilangkan karakter remajanya kerap membuat keriangan para penonton.

Sebagai informasi, Jonathan yang memulai pelajaran piano pada usia tujuh tahun di bawah bimbingan Iswargia R Sudarno juga memenangkan berbagai kompetisi dan mendapatkan penghargaan di tingkat nasional maupun internasional.

Selain kompetisi, Jonathan juga aktif mengikuti berbagai masterclass di bawah arahan pianos ternama tanah air serta artis dan pedagog pada kancah internasional seperti Thomas Hecht, Josef Anton Scherrer, Manfred Aust, Albert Tiu, Sam Haywood, Steven Spooner, Irina Vorkmyanina dan Boris Kraljevic. (rmol/dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Resolusi Titi Kamal di 2017


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler