Juventus vs Napoli: Ancelotti Melawan Mimpi Buruk

Sabtu, 29 September 2018 – 18:59 WIB
Carlo Ancelotti. Foto: uefa

jpnn.com, TURIN - Di awal musim, media-media di Italia mengharapkan Carlo Ancelotti datang kembali ke Serie A sebagai pemimpin spirit anti-Juventus? Ya, Napoli yang diasuh Don Carlo diharap mampu meredam dominasi Juve sebagai scudetto tujuh musim terakhir.

Namun, tunggu dulu sampai Carletto mempecundangi Allianz Stadium, Turin. Karena Ancelotti baru bersua La Vecchia Signora dalam Giornata 7 Serie A Sabtu (29/9) malam nanti WIB (Siaran langsung beIN Sports 2 pukul 23.00 WIB).

BACA JUGA: Ludahi Muka Lawan, Douglas Costa Terancam Sanksi 5 Laga

''Ini ujian terpenting. Dua musim saya di Juve takkan berpengaruh apa-apa sebagai pembeda,'' ucap Ancelotti dalam konferensi pers di Centro Sportivo Castel Volturno, tadi malam WIB. Ancelotti melatih Juve pada 1999-2001.

Ada tiga mimpi buruk yang ada di hadapan Ancelotti. Faktor kota Turin saja sudah dapat jadi handicap-nya. Allenatore 59 tahun itu belum pernah berpesta di Turin sejak 14 Maret 2004. Baik di Delle Alpi, Olimpico Grande Torino, dan Juventus Stadium yang sudah ganti nama jadi Allianz Stadium dua musim terakhir.

BACA JUGA: Inter Milan Raih Kemenangan Pertama di Serie A

Enam kali datang ke Turin, tiga di antaranya Ancelotti pulang dengan kekalahan. Musim ini pun ada dua faktor lain yang selalu menyusahkannya. Kekalahan terakhirnya terjadi saat leg pertama semifinal Liga Champions 2014-2015. Kala itu, dia jadi entrenador Real Madrid. Pada laga di Turin, Real disikat 1-2.

Dua kali head to head Ancelotti tak pernah mengungguli Massimiliano Allegri, tactician Juve. Dari empat kali beradu taktik melawan Allegri cuma sekali kemenangan yang didapatkan.

BACA JUGA: Serangan Balik dan Penalti Bikin Inter Milan Patah Hati

''Dia pelatih hebat, berpengalaman, pragmatisme yang hebat,'' pujinya dikutip I Am Naples. Dia pun menyebut ada satu kunci mengalahkan Juve. ''Butuh 95 persen penguasaan bola,'' serunya.

Di balik skuat Juve juga ada momok lain yang menguji tactician terbaik Serie A musim 2001 dan 2004 itu. Cristiano Ronaldo-lah si pengganggu itu.

Keduanya pernah bekerja sama di Los Blancos lima musim lalu. Dua musim Ancelotti di Real. Meski begitu formula agar mampu mematikan Ronaldo pun tak bisa dia temukan.

Setelah berpisah musim panas 2015 Ancelotti sudah menyaksikan CR7 memborong lima dari enam gol Real ketika menangani Bayern Muenchen. Ronaldo melakukannya dalam dua leg perempat final Liga Champions 2016-2017.

Musim ini, Ronaldo sudah mengumpulkan tiga gol dari enam giornata Serie A. Apa kali ini Ancelotti dapat meredamnya? ''Saya akan mencobanya (menghentikan Ronaldo),'' harap pelatih yang pernah sukses di AC Milan pada era 2000-an itu.

Duel Juve-Napoli kerap menjadi barometer persaingan Serie A beberapa musim terakhir. Musim lalu, Il Partenopei sempat mengalahkan Juve 0-1 di Turin pada giornata 34. 

Sayangnya, victory Napoli itu cuma memperkecil gap jadi satu poin sepekan saja. Momentum Napoli gagal berlanjut setelah tak mampu menang dalam dua giornata berikutnya. Itu membuka jalan Juve di musim lalu meraoh scudetto.

Center back sekaligus kapten Juve Giorgio Chiellini menyebut Napoli lebih kuat saat era Ancelotti. ''Mereka (Napoli) sudah berganti gaya. Kini, kami harus menghadapinya dengan cara yang berbeda,'' sebut Chiellini dikutip Tutto Juve. Dibandingkan dengan Sarri yang lebih direct permainannya, Napoli di tangan Ancelotti lebih ke ball possession.

Marek Hamsik dkk pun lebih cair perpindahannya. ''Cegah pressing-pressing-nya. Sebab mereka punya banyak cara mencetak gol,'' imbuh Chiellini. Pada 30 Oktober 2016 bek berumur 34 tahun itu jadi pembeda ke gawang Napoli. Di sisi lain, Allegri juga punya pandangan senada dengan Chiellini.

Allegri menyebut pengalaman Ancelotti yang jadi pembeda dengannya. ''Besok (hari ini) saya bisa melihatnya sebagai pemenang,'' ungkapnya merendah.

Seperti dilansir Calciomercato Ancelotti diuntungkan dengan kedalaman skuad. ''Satu pemain dengan yang lainnya sama-sama saling mengetahui. (Piotr) Zielinski bisa main di kiri atau di tengah. Itu menujukkan kedalaman skuadnya,'' bebernya. (ren)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pekan Pertama Serie A: Ronaldo Debut di Kandang Chievo


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler