KA Rute Timur Tembus 100 Persen

Jadwal Perjalanan Sempat Terganggu

Sabtu, 27 Oktober 2012 – 13:37 WIB
BANDUNG - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat kenaikan di atas 90 persen okupansi pada Idul Adha 2012. Malah, khusus rute timur tercatat mencapai angka 100 persen.

Kepala Humas PT KAI Daerah Operasional (Daop) II Bandung, Bambang Setiyo Prayitno, mengemukakan, hingga H-1 Idul Adha atau Kamis (25/10), pihaknya mencatat, tingkat okupansi KA menuju barat, yaitu Argo-Parahyangan, melebihi 90 persen.

"Lain halnya dengan okupansi dari Bandung ke daerah timur, seperti Cirebon, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Untuk rute timur, tingkat okupansinya mencapai 100 persen," tandas Bambang seperti diberitakan Bandung Ekspres (Grup JPNN).


Bambang melanjutkan, rangkaian KA jarak jauh arah timur yang tingkat okupansinya rata-rata mencapai 100 persen antara lain, KA Lodaya Malam, Lodaya Pagi, Argo-Willis, Malabar, Turangga, dan Harina. Bahkan, Bambang memprediksi, kondisi tersebut dapat berlangsung sampai Minggu (28/10). Pasalnya, jelas Bambang, momen Idul Adha tahun ini bertepatan dengan long weekend, karena berlangsung Jumat (26/10).

Kondisi yang sama pun terjadi pada rangkaian KA ekonomi, yang pemberangkatannya dari Stasiun Kiaracondong. Menurutnya, tingkat okupansi KA ekonomi tersebut, secara rata-rata, sebesar 90-100 persen.

Namun, pada H-2 Idul Fitri atau Rabu (24/10), ungkap Bambang, perjalanan KA dari dan ke Bandung sempat terganggu. Itu terjadi, jelas Bambang, sebagai efek anjloknya KA Prambangan Ekspres (Pramex) di Kalasan, Jateng. "Kondisi itu membuat perjalanan KA jarak jauh terlambat 8-10 jam," aku Bambang.

Contohnya, kata Bambang, terjadi pada KA Malabar. Diterangkan, jika mengacu jadwal keberangkatan, seharusnya, keberangkatannya dari Stasiun Bandung pada pukul 15.30. Akan tetapi, adanya insiden itu, keberangkatannya menjadi pukul 21.00.

Selain KA Malabar, sebut Bambang, beberapa rangkaian KA yang mengalami keterlambatan berjam-jam itu, dialami rangkaian yang melintasi Stasiun Yogyakarta. "Yaitu, antara lain, KA Malabar, Lodaya, KA Kahuripan, serta KA Turangga," ucap Bambang.

Meski demikian, Bambang mengaku bersyukur bahwa setelah memberikan penjelasan, bahwa keterlambatan itu di luar dugaan, para penumpang, yang harus rela menunggu berjam-jam, memaklumi kondisi tersebut.

Untuk melancarkan rute perjalanan, PT KAI pun melakukan evakuasi, yang akhirnya tuntas pada Rabu (24/10) sekitar pukul 17.00 Wib. Selain itu, imbuhnya, jajaran PT KAI pun terus melakukan perbaikan dan pembenahan pada ruas rel, terutama titik terjadinya insiden Pramex tersebut. (hen)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Atraksi Sukhoi Buka CIDBF-2012

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler