Kabar Duka, Seorang Pasien Positif COVID-19 Meninggal Dunia di Tarakan

Kamis, 17 Desember 2020 – 20:51 WIB
Ilustrasi - Pasien Covid-19 meninggal. Foto: Antara/Rahmad/pras/20

jpnn.com, TARAKAN - Seorang pasien positif COVID-19 berinisial M (64) warga Kelurahan Gunung Lingkas, Kota Tarakan, Kalimantan Utara meninggal dunia sehingga jumlah total kasus positif yang meninggal dunia bertambah menjadi sebanyak 17 orang.

“Sedangkan kasus terkonfirmasi pasien positif COVID-19 bertambah 36 orang sehingga jumlah totalnya naik sebanyak 1.442 orang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tarakan, Devi Ika Indriarti di Tarakan, Kamis.

BACA JUGA: Pasien COVID-19 yang Sembuh di RSD Wisma Atlet, Hamdalah

Sementara untuk pasien yang sembuh dari COVID-19 sebanyak 25 orang sehingga jumlah total pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 784 orang. Pasien positif yang masih dalam perawatan di rumah sakit di Tarakan sebanyak 641 orang.

Kasus suspek yang dipantau di Tarakan saat ini sebanyak 157 orang, yakni orang yang dengan gejala ISPA.

BACA JUGA: Bupati Adrozal Pasien Positif Covid-19 Nomor 2.714

“Dan, pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal,” katanya.

“Jumlah seluruh kontak erat yang sedang dipantau yang saat ini sebanyak 1.716 orang. Kontak erat adalah orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi COVID-19,” tambahnya.

BACA JUGA: Anggota Kopaska TNI AL Sertu Ikhwan Selamatkan Warga yang Terseret Banjir

Riwayat kontak erat yang dimaksud yakni kontak tatap muka/berdekatan dengan kasus probable/kasus konfirmasi dalam radius satu meter dan dalam jangka waktu 15 menit atau lebih. Kemudian sentuhan fisik langsung dengan kasus yang terkonfirmasi seperti salaman, berpegangan tangan dan lain – lain.

Selanjutnya orang yang memberikan perawatan langsung terhadap kasus terkonfirmasi tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai standar dan situasi lainnya yang mengindikasi adanya kontak berdasarkan penilaian risiko lokal yang ditetapkan oleh tim penyelidikan epidemiologi, demikian Devi Ika Indriarti.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler