Kabau Sirah Tanpa Suporter Fanatik

Kamis, 30 Juni 2016 – 00:42 WIB
Kelompok suporter Semen Padang FC, The Kmers. Foto: Padang Ekspres/JPNN.com

jpnn.com - PADANG – Semen Padang FC akan bertandang ke markas Arema Cronus, Jumat (1/7) besok.

Hanya saja, skuat Kabau Sirah dipastikan tidak mendapat dukungan langsung dari salah satu kelompok suporternya, The Kmers.

BACA JUGA: Wow! 5 Klub Besar Antre Dapatkan Bek Islandia

Mepetnya waktu pertandingan jelang Lebaran Idul Fitri menjadi alasan mereka tidak bisa hadir langsung di Stadion Kanjuruhan Malang untuk memberikan dukungan langsung kepada Hengki Ardiles, dkk.

“Kalau pertandingan tandang, kami selalu berangkat dengan sistem estafet dan sering gonta-ganti tumpangan truk, sehingga akan memakan waktu lama di perjalanan,” kata pentolan The Kmers, Yumamy kepada Padang Ekspres (Jawa Pos Group), kemarin.

BACA JUGA: Siapa Saja Voters di KLB PSSI? Simak di Sini..Klik

“Pertandingan baru akan dimainkan Jumat malam tanggal 1, kami takut kalau tetap berangkat waktu yang tersisa tidak cukup untuk bisa sampai ke Padang sebelum Idul Fitri. Apalagi menempuh perjalanan dengan nebeng truk, waktunya sangat tidak bisa ditentukan,” lanjut Yumamy.

Selama ini, The Kmers memang dikenal sebagai salah satu kelompok suporter yang setia mendukung tim asuhan Nilmaizar, baik bermain kandang maupun tandang. 

BACA JUGA: Daerah Ini hanya Kirim Satu Atlet Senam tapi Berkualitas

Khusus laga tandang, biasanya beberapa orang anggota The Kmer’s langsung berangkat dari Padang. Mereka menemupuh perjalan dengan cara menumpang truk angkutan barang ke daerah-daerah tempat Semen Padang berlaga. 

Lama waktu di perjalanan sangat tidak bisa diperhitungkan karena semua tergantung dengan berapa kali mereka harus ganti tumpangan jelang sampai di lokasi pertandingan.

Meski tidak bisa hadir langsung di pinggir lapangan, The Kmer’s yakin beberapa anggota mereka yang berdomisili di Malang dan sekitarnya pasti akan datang ke stadion untuk memberikan dukungan moral terhadap tim kecintaan masyarakat Sumbar tersebut.

“Kemungkinan beberapa anggota The Kmer’s yang di Malang dan sekitarnya tetap akan datang ke stadion. Selain itu, para perantau yang belum mudik pastinya juga akan datang dengan senang mendukung Kabau Sirah saat berlaga,” ucapnya.

Untuk The Kmer’s yang berdomisili di Sumbar, Yumamy mengatakan, dia bersama ribuan suporter lain terpaksa hanya bisa mendukung Semen Padang melalui layar kaca yang diiringi doa. “Mudah-mudahan tiga poin tandang perdana bisa diraih kali ini,” harapnya.

Sering Dirugikan Wasit di Laga Tandang

Yumamy juga membeberkan alasan lain kenapa The Kmer’s seperti kurang greget untuk mendukung Semen Padang ketika berlaga di luar kandang beberapa waktu belakangan ini. Menurut mereka, Semen Padang sering dirugikan atas keputusan wasit ketika bermain di laga tandang.

“Bukannya apa-apa, tapi coba lihat dari jalannya pertandingan. Semen Padang sering dizalimi wasit. Dalam empat laga tandang, tiga di antaranya selalu dikalahkan melalui penalti, yang menurut saya masih bisa diperdebatkan,” katanya.

Selain itu, dari empat laga tandang Semen Padang di ISC A 2016, di tiga pertandingan pemain Semen Padang selalu menerima kartu merah dari sang pengadil.

“Mungkin beberapa keputusan tersebut manjadikan Semen Padang sebagai tim paling dirugikan dibandingkan tim-tim ISC lain ketika bermain di luar kandang,” ulasnya.

Berdasarkan catatan Padang Ekspres, dari empat laga tandang Semen Padang memang tercatat sudah tiga kali dihukum dengan tendangan penalti. Masing-masing kontra Persija Jakarta, Perseru Serui, dan terakhir Barito Putera. 

Sementara tiga kartu merah diporoleh ketika menghadapi Perija Jakarta, diterima Novan Setya Sasongko, Handi Ramdhan saat berhadapan dengan Bali United, dan Cristover Manuel Sibi ketika tandang ke Serui. (y/sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dua Raksasa Inggris Bersaing dengan PSG Demi Playmaker Madrid


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler