Kadin Indonesia dan BKPM Bekerja Sama Memperluas Lapangan Kerja

Jumat, 27 Agustus 2021 – 15:35 WIB
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (kiri) dan Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid saat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Kerja Sama di Bidang Penanaman Modal, Jakarta, Jumat (28/8/2021). Foto: Dok. Kadin

jpnn.com, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melakukan kerja sama bidang penanaman modal.

Nota kesepahaman (MoU) tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia di Jakarta, Jumat (27/8/2021).

BACA JUGA: Kadin Terawang Nasib Perekonomian 2021, Masih Ada Harapan Menanjak?

Arsjad Rasjid mengatakan kerja sama tersebut bertujuan untuk meningkatkan penanaman modal di Indonesia.

Menurut dia, meningkatnya penanaman modal akan memperluas lapangan kerja, yang akan berdampak pada penurunan angka kemiskinan.

BACA JUGA: Kadin Indonesia dan Pemprov DKI Gelar Vaksinasi untuk Ekspatriat

MoU tersebut, lanjutnya, selaras dengan Undang-Undang yang mengamanatkan Kadin sebagai kemitraan pemerintah.

“Harapannya nota kesepahaman ini dapat mengakselerasi banyak hal yang dapat meningkatkan penanaman modal, memperluas lapangan kerja, yang akhirnya menumbuhkan perekonomian nasional, dan akhirnya mengurangi kemiskinan di Indonesia,” ujarnya.

BACA JUGA: Beri Peluang Pengusaha Lokal di Blok Rokan, Pertamina Cetak Ribuan Lapangan Kerja

Menurut Arsjad, nota kesepahaman ini merupakan lanjutan serta penyempurnaan dari nota kesepahaman antara BKPM dan Kadin Indonesia yang terjalin sejak tahun 2016 yang lalu.

Dia berharap nota kesepahaman tersebut telah mencakup banyak hal yang diperlukan bagi sinergi dan kolaborasi antara Kementerian Investasi/BKPM dengan Kadin Indonesia.

“Ini adalah adendum ataupun lebih lanjut bagaimana program kerjasama antara Kadin Indonesia dan BKPM yang sekarang Kementerian Investasi/BKPM bisa berlanjut dan lebih mengarah,” ujarnya.

Adapun MoU tersebut mencakup beberapa hal, diantaranya: Pertukaran data dan informasi terkait berbagai peluang investasi, baik di pusat terutama di daerah; Penyelenggaran promosi bersama (joint promotion), baik yang sifatnya offline maupun online.

Selain itu, fasilitasi dari Kementerian Investasi bagi calon investor baik dari luar maupun dalam negeri, terkait kebutuhan konsultasi, pendampingan mendapatkan perizinan dan pendampingan penyelesaian berbagai isu serta terkait dengan online single submission (OSS) berbasis risiko. Termasuk dalam hal monitoring dan evaluasinya.

Selanjutnya terkait fasilitasi peluang-peluang investasi dari dalam ke luar negeri, dan; Fasilitasi kerjasama antara investor dari luar dengan investor dalam negeri serta pelaku usaha lokal, dalam berbagai bentuk seperti seminar, pameran, forum bisnis, kunjugan bisnis dan sejenisnya.

“Selain itu, dalam MOU ini juga kita sepakat untuk adanya kerjasama dalam hal perencanaan yakni misalnya penentuan prioritas, apakah itu sektor industri atau pun wilayah,” ungkap Arsjad.

Di samping itu menurutnya, Kadin Indonesia dan Kementerian Investasi/BKPM juga akan terus bekerjasama dalam hal pendidikan dan pelatihan terkait capacity building dari para pelaku usaha tanah air.

“Saya berharap dalam pelaksanaannya ke depan, kita perlu bersama-sama melakukan evaluasi agar optimalisasi kerjasama ini dapat terjadi,” ujar Arsjad.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler