KADIN Perkirakan Jumlah Pengangguran Jauh di Atas Data Kemenaker

Jumat, 01 Mei 2020 – 21:48 WIB
Ilustrasi PHK. Foto: Antara

jpnn.com, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) punya perkiraan angka pengangguran akibat terdampak wabah corona virus baru (Covid-19), jauh di atas data Kementerian Ketenagakerjaan (kemenaker), yakni sekitar 40 juta orang.

Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Umum KADIN Suryani Motik saat diskusi virtual DPP PAN bertajuk Nasib Pekerja: Kena PHK tapi Dilarang Mudik Lantas Bagaimana Solusinya? di Jakarta, Jumat (1/5).

BACA JUGA: Wakil Ketua MPR Minta Pemerintah Mewaspadai Lonjakan Pengangguran

Menurut Suryani, sektor UMKM merupakan yang paling terdampak akibat wabah asal Wuhan, China ini.

"Bisa dibayangkan, UMKM kan porsi terbesar jumlah pengusaha, khususnya menyiapkan lapangan pekerjaan," ucapnya.

BACA JUGA: Perusahaan Manfaatkan Pandemi Corona untuk Lakukan PHK?

Dia pun mengatakan bahwa selama pandemi corona masuk ke Indonesia, berapa banyak kafe-kafe, penjaja makanan, restoran kecil yang terus tumbuh di tengah masyarakat tiba-tiba harus ditutup semua.

Dari segi finansial, katanya, sektor UMKM sangat terpukul karena biasanya pendapatan hari ini digunakan untuk modal esok hari. Mungkin yang sektor menengah bisa bertahan hingga 2 bulan karena punya bahan dan modal lebih.

BACA JUGA: Mengapa Dampak Virus Corona Lebih Parah di Negara-negara Barat?

Itu pun, kata Suryani, pengeluaran mereka menjelang Lebaran ini dipastikan akan dua kali lipat karena karena memikirkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pekerjanya.

Bagaimana dengan jumlah pekerja yang terdampak di sektor ini?

Suryani pun menyebut angka pengangguran sekitar 2 juta di Kemenaker mungkin hanya yang dilaporkan. Bila dihitung riilnya, jumlahnya jauh lebih besar.

"Kalau tadi dibilang datanya (Kemenaker) dua juta pengangguran, fakta di lapangan tidak dua juta. Kalau hotel dan restoran saja 15 juta pengangguran, mungkin 2 juta yang dilaporkan ke Kemanaker," sebut Suryani.

Nah, apakah sektor UMKM juga melaporkan pekerjanya yang kena PHK atau dirumahkan tanpa gaji? Suryani menjawab tidak. Oleh karena itu, bicara pengangguran baik pekerja maupun pengusaha di sektor UMKM, dia punya angka perkiraan yang jauh lebih besar.

"Saya sudah melihat jumlah penangguran baik pekerja mupun pengusaha kecilnya sudah sangat masif. Belum lagi tadi yang tidak pulang (mudik). Di Jakarta ada 20 jutaaan. Jadi mungkin sudah hampir 30 sampai 40 jutaan tenaga kerja yang sedang menganggur," kata Suryani.

Kalaupun cukup banyak pengusaha yang tetap beroperasi dari rumah, jumlah pekerjanya sangat terbatas. Misalnya usaha restoran yang masih bertahan hanya bisa mempertahankan sekitar 10-12 orang karyawannya.

Oleh sebab itu, Suryani berharap jangan ada yang mengatakan pengusahanya tidak tanggung jawab dengan melakukan PHK. Sebab kenyataannya, jangankan untuk pesangon buat pengusahanya sendiri saja susah.

"Apalagi presiden sudah mengatakan restrukrisasi perbankan. Banknya masih belum mau. Jadi pemerintah bantu juga permodalan pengusaha dalam memasok bahan baku," tandas Suryani.(fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler