KAHMI Harus Mendorong Kalangan Muda untuk Berwiraswasta

Senin, 12 Maret 2018 – 18:25 WIB
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. Foto: Humas DPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo meminta Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) selalu kritis terhadap berbagai persoalan bangsa.

Dia meminta KAHMI turut berperan besar dalam pembangunan serta mendorong pengembangan profesi wirausaha atau berwiraswasta yang saat ini masih kurang diminati khususnya di kalangan anak muda.

BACA JUGA: Bamsoet Minta KPK Kaji Kaitan Korupsi dan Pilkada Langsung

Politikus Partai Golkar yang karib disapa Bamsoet itu mengatakan sikap kritis KAHMI dapat menjadi vitamin dan energi besar, baik bagi pemerintah maupun DPR untuk selalu berpikir serta bekerja demi kepentingan rakyat.

“Kritik bukan hal yang tabu. Justru kritik dibutuhkan untuk mewujudkan good governance di negara kita yang tercinta ini. KAHMI jangan segan untuk memberikan kritik serta solusi bagi kemajuan bangsa,” kata Bamsoet saat pelantikan Pengurus dan Presidium KAHMI di Jakarta, Minggu (11/3) malam.

BACA JUGA: Pak JK Ungkap Utang Anies ke KAHMI di Pilkada DKI

Dia menilai selama ini kiprah KAHMI bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak perlu diragukan lagi. KAHMI selalu konsisten dan penuh komitmen dalam mewujudkan cita-cita pembangunan nasional. KAHMI merupakan bagian dari kekuatan utama bangsa Indonesia yang memiliki peran besar dalam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kiprah KAHMI dalam beragam profesi seperti pengusaha, ekonom, budayawan, cendikiawan, politisi, dan atau pejabat publik adalah bukti kontribusi KAHMI bagi NKRI,” ujar Bamsoet.

BACA JUGA: KAHMI Ingin Hijrah dari Politik ke Kewirausahaan

Bamsoet meyakini bahwa anggapan KAHMI sebagai political oriented tidak sepenuhnya benar. Karena itu, KAHMI periode ini perlu mendorong anggotanya untuk berkiprah dalam profesi wirausaha. “Kita masih membutuhkan wirausahawan-wirausahawan muda yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” tegas Bamsoet.

Dia memaparkan berdasarkan data BPS di 2017, jumlah wirausaha baru mencapai 3,1 persen dari jumlah penduduk Indonesia sebesar 252 juta. Rasio ini masih lebih rendah dibandingkan dengan negara lain, seperti Malaysia 5 persen, Tiongkok 10 persen, Singapura 7 persen, Jepang 11 persen maupun Amerika serikat yang telah mencapai 12 persen.

“Menumbuhkan wirausaha tentu bukan tugas KAHMI semata. Semua pihak harus duduk dan bergerak bersama. Tugas ini penting untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur,” kata mantan pimpinan KADIN ini.

Pada acara ini, Bamsoet juga dilantik sebagai anggota Dewan Pakar KAHMI bersama Ketua MPR Zulkifli Hasan. Sementara, Ketua Dewan Pakar KAHMI dipegang Mahfud MD.

Pelantikan Pengurus dan Presidium KAHMI turut dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla yang dilantik sebagai Ketua Dewan Etik, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif, Mendikbud Muhadjir Effendy, Menristekdikti Mohamad Nasir, Gubernur DKI Anies Baswedan, Mahfud MD, Akbar Tanjung dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy.(boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Garam Industri Menipis, Bamsoet Beri Warning ke Pemerintah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler