Kaki Lumpuh Sembuh Berkat Jongkok Kocok-Kocok

Kamis, 03 Mei 2018 – 00:12 WIB
Peserta senam Ling Tien Kung di Tepian Mahakam depan Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Minggu (29/4) pagi. Foto: SAIPUL ANWAR/KALTIM POST

jpnn.com - Enam tahun silam Untung Budi Widodo mengalami kecelakaan, sepasang kakinya lumpuh. Proses recovery dirasakannya begitu lama. Sampai pada akhirnya, dia mengenal Ling Tien Kung (LTK). Terapi tanpa obat, tanpa alat, juga tanpa ragat atau biaya.

ROESITA IKA WINARTI, Samarinda.

BACA JUGA: Tiga Pesenam Riau Resmi Ikuti Asian Games 2018

Manajer PLN Sektor Pembangkitan Mahakam itu pun harus tenggelam dalam pengobatan. Dilanjutkan menjalani proses pemulihan. Suatu hari, rekannya di Surabaya memberi tahu tentang terapi LTK.

Untung pun tertarik dengan manfaat terapi itu. Dia mengutus stafnya, Bintoro, untuk pergi ke Surabaya setahun lalu. Selama tiga hari, seluruh gerakan dipelajari. Bintoro lalu kembali ke Samarinda, Kaltim, menjadi instruktur untuk memandu gerakan. Rutin dilakukan, senam ini pun mampu memulihkan kakinya yang sempat lumpuh karena cedera.

BACA JUGA: Yoga Wajah Membuat Awet Muda?

Ilmu Ling Tien Kung, kata dia, sejatinya mengajarkan gerakan olah anus dan persendian. Khusus gerakan senam anus itu dinamai Empet-Empet Anus. Sedangkan untuk senam sendi, biasa menyebutnya Jinjit-Jinjit dan Jongkok Kocok-Kocok.

“Gerakannya gampang, kok. Dasarnya cuma dua. Ngempet anus seperti orang nahan buang air besar dan jinjit-jinjit seperti ini,” katanya sambil menirukan gerakan.

BACA JUGA: Senam Bersama PAN di Jaktim Meriah, Zulhasan Beri Pujian

Anus bagaikan aki pada tubuh manusia. Jika tidak diisi, akan kering dan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan manusia. Terinspirasi bahwa anus adalah aki manusia, Fu Long Swie, sang penggagas terapi LTK, menciptakan gerakan yang dititikberatkan pada gerakan anus. Tujuannya mengisi aki yang kosong.

Terapi ini, kata dia, berfungsi membangkitkan energi untuk mengaktifkan kembali organ-organ tubuh. Seperti seni bela diri dan olahraga pernapasan, Ling Tien Kung punya tingkatan-tingkatan. Ada tingkat dasar, menengah, dan tinggi. Tingkat dasar dipergunakan untuk penyembuhan penyakit. Sedangkan tingkat menengah dan tinggi dipakai untuk pemanfaatan energi.

“LTK populer di Surabaya dan kota besar lain. Di Kaltim pun sudah banyak yang merasakan manfaatnya selain saya,” ucap Pembina LTK Kaltim itu.

Di Benua Etam, komunitas LTK telah terbentuk sejak 21 April 2017. Setahun berlalu, sudah ada belasan sasana terbentuk, setiap minggu mereka rutin berlatih. Ada 500 orang tergabung. Untung berharap semakin banyak yang bergabung karena manfaatnya begitu besar.

Manfaat itu antara lain untuk mengobati asam urat, stroke, kolesterol, dan lainnya. Selain itu, terapi ini pun tak memakan waktu lama. Hanya sekitar 45 menit dan tak dipungut biaya alias gratis.

Sementara itu, menurut ahli ilmu fisiologi olahraga (AIFO), gerakan LTK memang baik sebagai terapi secara fisik dan psikis. Hal tersebut dikatakan dr Sonny Gosal, AIFO.

“Gerakannya melenturkan persendian dan menguatkan otot. Sangat cocok untuk para lanjut usia atau seseorang yang sedang dalam tahap pemulihan,” jelas Sonny dalam perayaan HUT pertama komunitas LTK Kaltim.

Disebut cocok untuk recovery, menurut dia, karena gerakan yang dilakukan secara perlahan, namun dengan hasil maksimal. Masuk dalam kategori low impact.

Saat cedera, kata dia, pergerakan otot dan sendi pasti akan terhambat. Akan tetapi, dengan stimulus gerakan terapi ini bisa membuatnya perlahan kembali normal.

Dijelaskan Sonny, dilihat dari gerakannya, LTK juga menguatkan sistem kerja jantung dan paru-paru. Kemudian, bicara soal psikologis, gerakan terapi itu termasuk relaksasi yang bisa membangkitkan endorphin dalam tubuh.

“Senyawa kimia itu membuat seseorang merasa senang. Bila endorphin meningkat, daya tahan tubuh akan menguat. Sebab, endorphin bersifat antioksidan yang bisa menetralkan racun dalam tubuh,” jelasnya. (far/k11)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jelang Asian Games, Senam Ingin Latihan di AS


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler