Kalsel Sudah Bisa Tes PCR, Pemetaan Pasien Corona Makin Cepat

Senin, 06 April 2020 – 11:17 WIB
Ilustrasi Covid-19. Foto: diambil dari pixabay

jpnn.com, BANJARMASIN - Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan HM Muslim, memastikan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) kini sudah bisa cepat diketahui terkait hasil negatif atau positif terinfeksi corona.

Kepastian itu seiring Laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Kalimantan Selatan, sudah bisa dimanfaatkan untuk test polymerase chain reaction (PCR).

BACA JUGA: Powerslaves Persembahkan Lagu untuk Tenaga Medis Pasien Corona

PCR test merupakan alat pendeteksi materi genetis khusus dalam virus. Metode PCR yang sering disebut dengan swab test ini menggunakan sampel cairan dari saluran pernapasan bawah sebagai bahan pemeriksaan.

Test ini dilakukan oleh para petugas kesehatan dengan menyeka bagian belakang tenggorokan. Hasilnya memiliki akurasi yang lebih tinggi dibandingkan rapid test.

BACA JUGA: Video Konspirasi Hubungan 5G dengan Corona Bikin Geram Youtube

Menurut Muslim, kenaikan jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dari 8 menjadi 16 pada, Minggu (5/4), merupakan upaya cepat yang dilakukan petugas di lapangan dalam melakukan penyisiran terhadap Orang Dalam Pemantauan (ODP). Juga karena saat ini laboratorium di Banjarbaru sudah operasional.

"Selain itu saat ini laboratorium BTKL-PP di Banjarbaru sudah bisa digunakan untuk test PCR, sehingga hasil pengujian spesimen pasien dapat cepat diketahui," kata Muslim.

BACA JUGA: Di Banten 18 Orang Meninggal Terinfeksi Corona

Upaya lain untuk mencegah terjadinya penularan COVID-19, Pemprov Kalsel juga sedang melakukan kajian lebih dalam untuk melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Kami masih mengkaji dan merumuskan pemberlakuan PSBB bersama pemerintah kabupaten kota se Kalsel maupun aparat TNI Polri," katanya.

Gugus Tugas Kalsel juga sudah menyiapkan karantina bagi ODP dengan gejala klinis yang berasal dari pintu masuk Kalsel.

“Penyisiran terhadap orang yang kontak dengan positif masih terus dilakukan dan akan ditingkatkan agar dapat memutus mata rantai penularan COVID-19,” kata Muslim.

Sementara itu, data terbaru ODP, PDP dan pasien terkonfirmasi positif yang disampaikan tim Gugus Tugas Pencegahan Penanggulangan dan Penanganan COVID-19 Kalsel Senin (6/6) pagi yaitu, ODP sebanyak 1.258 orang.

Kemudian PDP sebanyak 11 orang dan pasien terkonfirmasi positif 16 orang dan meninggal 2 orang.

Khusus PDP masing-masing berasal dari Kabupaten Barito Kuala 2 orang, Tapin 1 orang, Tabalong 2 orang, Tanah Bumbu 1 orang dan Kota Banjarmasin 5 orang.

Sedangkan pasien terkonfirmasi positif, masing-masing berasal dari Kabupaten Banjar 3 orang, Tabalong 2 orang, Kota Banjarmasin 10 orang dan Kota Banjarbaru 1 orang.

Pasien meninggal dunia dua orang dari Banjarmasin. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler