Kampung Zakat di Pedalaman NTT Diresmikan, Ini Manfaatnya Bagi Masyarakat

Jumat, 12 Januari 2024 – 17:32 WIB
Peresmian Kampung Zakat di Kampung Oeselaen, Desa Akle, Kecamatan Semau Selatan, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto: dok. LAZ

jpnn.com, KUPANG - Kementerian Agama (Kemenag) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Dewan Dakwah bersinergi menghadirkan Kampung Zakat di Kampung Oeselaen, Desa Akle, Kecamatan Semau Selatan, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghafur mengatakan, program yang menggunakan anggaran negara itu sebagai salah satu upaya dalam pengentasan kemiskinan.

BACA JUGA: Menag Yaqut Optimistis 1.000 Kampung Zakat Ada di Seluruh Daerah

"Zakat merupakan salah satu pilar dalam agama Islam dan diyakini menjadi solusi dari persoalan kemiskinan yang terjadi pada masyarakat," kata Waryono, dalam keterangannya, Jumat (12/1).

Dalam Undang - Undang No. 23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat dinyatakan bahwa itu ditujukan untuk penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA: Sudah 17 Kampung Zakat Dibangun Kemenag, Baru Diresmikan di Uemalingku

"Dapat diartikan bahwa segala bentuk kegiatan yang melibatkan pemanfaatan dana zakat harus bertujuan untuk menaikkan derajat hidup mustahik menjadi muzaki atau mengurangi kemiskinan yang terjadi di masyarakat," tuturnya.

Program Kampung Zakat yang diluncurkan sejak 2018, ini untuk mengatasi persoalan kemiskinan dan memberikan dampak perbaikan dan peningakatan kualitas hidup pada bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, dan dakwah.

BACA JUGA: Sambut Tahun Baru, BAZNAS Bertekad Memaksimalkan Potensi Zakat

Hingga 2024, lokasi Kampung Zakat sudah mencapai 54 titik lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan total penerima manfaat hamprr 26.575 orang.

Di NTT, Laznas Dewan Dakwah telah berupaya menjalankan berbagai program, termasuk pengiriman guru ngaji beserta akomodasi bantuan hidup mereka.

Selain itu, program pemberdayaan masyarakat seperti produksi madu dan rumput laut juga telah diimplementasikan untuk memberikan dampak positif pada kehidupan masyarakat setempat.

Waryono Abdul Ghafur berharap program tersebut dapat meningkatkan 3 hal utama untuk membangun peradaban di Kampung Oeselaen, Desa Akle, yaitu Pendidikan, Kesehatan dan ekonomi.

"Semoga program ini dapat mendidik generasi anak-anak di masa depan. Untuk anak-anak dan guru-guru yang belum S1 dan mau sarjana, ada program Islam university cyber di IAIN Syaikh Gunung Jati, diberikan beasiswa secara penuh," ungkapnya. (jlo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Kemenag   LAZ   Zakat   Kampung Zakat  

Terpopuler