Kanada Tangani Virus H5N1 Perdana

Kamis, 09 Januari 2014 – 11:46 WIB

jpnn.com - TORONTO--Pejabat kesehatan Kanada mengonfirmasi adanya kasus serius pertama terkait kasus flu burung H5N1 di Amerika Utara. Menteri Kesehatan Kanada Rona Ambrose mengatakan satu warga di daerah Alberta meninggal setelah baru-baru ini berkunjung ke Beijing, China. Pihak kesehatan Kanada telah melakukan isolasi terhadap korban dan meyakini risiko penyebaran ke populasi yang lebih luas sangat kecil.

"Risiko terpapar virus H5N1 sangat kecil. Ini bukanlah flu musiman, ini kasus yang terisolasi," katanya kepada BBC, Kamis (9/1).

BACA JUGA: Pasangan Sejenis Buru-Buru Menikah

H5N1 menginfeksi saluran pernapasan bagian bawah di paru-paru sehingga menyebabkan pneumonia yang mematikan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) sendiri telah mengatakan sulit untuk mentransfer virus tersebut dari manusia ke manusia. Namun ketika seseorang terjangkit, peluang hidupnya hanya sekitar 60 persen.

Pada insiden terbaru ini, orang yang terinfeksi menunjukkan gejala flu dalam penerbangan Air Canada dari Beijing menuju Vancouver pada 27 Desember lalu.

BACA JUGA: Pecat 350 Perwira Polisi

Ambrose mengatakan pemerintah Kanada akan bekerja sama dengan otoritas  China dalam kasus tersebut.

Menurut WHO, antara 2003 dan Desember 2013 tercatat ada 648 kasus infeksi H5N1 pada manusia di 15 negara, 384 di antaranya meninggal dunia.

BACA JUGA: Putri Bungsu Raja Spanyol Tersangka Kasus Penggelapan dan Pencucian Uang

Para pakar mengatakan jika virus H5N1 berubah dan menjadi mudah tersebar antar manusia, konsekuensinya terhadap kesehatan publik akan sangat serius. Selain H5N1, ada virus flu burung jenis baru H7N9 yang dianggap menjadi ancaman serius oleh WHO. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PM Papua Nugini Terancam Ditangkap Karena Kasus Korupsi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler