Kang Emil: Jabar Selatan Risiko Tinggi Bencana Alam

Kamis, 25 November 2021 – 20:53 WIB
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil. Foto: ANTARA/HO-Humas Pemprov Jabar

jpnn.com, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Kang Emil mengungkap wilayah Jabar Selatan masuk kategori risiko tinggi bencana alam.

Dari 5.312 desa di Jabar, 19 di antaranya masuk kategori risiko tinggi bencana alam dan 3.500 desa masuk risiko sedang.

BACA JUGA: Bentrokan Ormas, Satu Orang Tewas Dibacok

"Mayoritas desa rawan bencana hidrologi ada di wilayah Jabar Selatan khususnya Kabupaten Bogor," kata Kang Emil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Kamis (25/11).

Kang Emil mengatakan sebagai langkah antisipasi Pemprov Jabar sudah meminta BPBD mengawasi 19 desa tersebut.

BACA JUGA: Ayon Melihat Wanita Muda di Semak-Semak, Astagfirullah

Warga yang rumahnya di sekitar bantaran sungai dan perbukitan juga terus diingatkan agar selalu waspada saat terjadi hujan.

"Perkiraan musim hujan ekstrem sampai Januari 2022, maka RT/RW dan warga harus siaga 1 terutama yang rumahnya di bantaran sungai. Saya juga sudah perintahkan BPBD agar lakukan tindakan pencegahan terukur jangan sampai menunggu korban," sambungnya.

Sebelumnya, BMKG sudah memberikan peringatan bahwa prediksi musim ekstrem akan terjadi hingga Januari 2022.

Ada tujuh fokus utama yang ditekankan Kang Emil, yaitu perencanaan, pengorganisasian, dan pengujian peringatan dini, penyiapan pasokan kebutuhan dasar (logistik), penyuluhan pelatihan tanggal darurat, penyiapan lokasi, akurasi sistem data digital, dan penyiapan sarana.

Sejumlah peralatan baru bahkan sudah disiapkan di sejumlah titik rawan bencana.

Ia menuturkan, di balik keindahan alam Jabar terkandung potensi bencana yang harus diwaspadai.

Setiap tahun tercatat 1.500 sampai 2.000 laporan kebencanaan terjadinya khususnya banjir di wilayah utara dan longsor di selatan.

Bahkan sejak Oktober hingga sekarang sudah terjadi 500 bencana banjir dan longsor.

"Itulah kenapa dari Oktober kami sudah tetapkan siapa 1 karena sudah lebih dari 500 bencana, kalau dari Januari sudah lebih dari 1.000," tandasnya. (mcr27/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler