Kantor DPRD Sultra Disegel Demonstran

Jumat, 30 Maret 2012 – 02:48 WIB

KENDARI - Mendekati vonis kenaikan harga BBM, seluruh mahasiswa di Indonesia terus melakukan protes penolakan. Seperti halnya di Sultra, Ribuan massa dari gabungan fakultas Universitas Haluoleo (Unhalu), kembali melakukan unjuk rasa. Sasarannya, DPRD maupun kantor Radio Republik Indonesia (RRI). Nah, khusus gedung DPRD mereka langsung melakukan menyegel kantor para legislatif pasalnya, wakil rakyat provinsi Sultra dianggap tidak mampu menyuarakan aspirasi rakyat.
   
Tepat didepan pagar gedung parlementer, masa langsung dihadang ratusan aparat kepolisian gabungan Dalmas maupun Brimob, lengkap dengan mobil water canon maupun anjing pelacak. Ngotot ingin masuk, negosiasi akhirnya dilakukan, oleh pihak humas maupun kepolisian dan para korlap aksi. Solusinya, ketua DPRD Sultra Rusman Emba siap menemui pengunjuk rasa.
   
Di hadapan para demonstran Rusman kembali berorasi diatas mobil mikrolet, menyatakan bahwa  fraksi golkar, PKS maupun Bangun Sultra menolak dengan tegas wacana kenaikan BBM dan sudah ditembuskan pada presiden RI maupun DPR RI. Sedangkan, dua lagi fraksi demokrat dan Amanah Reformasi belum menentukan sikap secara paripurna.
   
"Kami dari tiga fraksi sudah jelas menolak, sebab ini sangat berdampak pada masyarakat. Saya ini dipilih oleh rakyat, dan tidak mungkin saya berpaling dari itu semua. Tapi, saya himbau kepada adik-adik mahasiswa untuk tertib dalam mengeluarkan aspirasi. Jangan anarkis, sebab kota ini milik kita semua,"katanya.
   
Usai mendengarkan pernyataan ketua DPRD, mahasiswa kembali meminta agar perwakilan fraksi PAN maupun demokrat dihadirkan. Namun, hingga waktu yang ditentukan tak kunjung datang. Mereka lalu meminta diberi jalan masuk melakukan swiping untuk melihat secara langsung para legislatif.

Nah melalui diskusi yang alot, akhirnya brikade polisi yang sebelumnya rapat terbuka lebar. Masa kemudian langsung, meminta untuk masuk kedalam. Masing-masing perwakilan dari Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Tehnik, (FPIK), Kesmas, FKIP, Fisip, Ekonomi, Pertanian, dan Hukum akhirnya diizinkan masuk. Ternyata, ruangan didalam kosong. Satupun unsur ketua kecuali ketua DPRD Sultra. Alasan Humas, para wakil rakyat sedang diluar daerah.
   
"Ini rupanya ruangan fraksi demokrat dan fraksi amanah reformasi, kita segel saja. Mereka semua itu adalah pecundang, yang tidak berani menemui rakyatnya. Kemana mereka, kalau memang mendukung atau menolak temui kami katakan alasannya. Jangan sembunyi dibalik kesengsaraan rakyat. Percuma kalian dipilih oleh rakyat, kalau tidak bisa memperjuangkan aspirasi yang dikeluhkan,"papar salah seorang mahasiswa ketika akan melakukan penyegelan ruangan kedua fraksi.
   
Tidak sampai disitu, mereka juga menyisir ruangan masing-masing unsur ketua. Sayang, lagi-lagi tidak satupun yang berada ditempat. Akhirnya mereka kembali kedepan gedung DPRD sambil berorasi meminta agar kedua fraksi bisa dihadirkan.
   
"Kita segel gedung DPRD ini, hingga 1 April kita akan pantau jika segel dibuka maka kami akan kembali dengan masa yang lebih banyak, mulai detik ini kantor DPRD disegel,"teriak ketua Bem Unhalu Ermilia Modo, yang disambut tepuk dan teriakan semangat dari ribuan mahasiswa.
   
Puas melakukan penyegelan, masa kemudian bergeser menuju kantor RRI, meminta agar aksi penolakan harga BBM bisa disiarkan secara langsung. Mereka pun beranjak dengan tertib. (m1)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Pos Polisi Dibakar, Mobil Dinas Dirusak


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler