Kapolda Metro Jaya Dekati Habib Rizieq agar Demo FPI Tertib

Jumat, 28 Oktober 2016 – 20:36 WIB
Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com - JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengaku sudah menemui Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab beberapa waktu lalu. Keduanya membahas rencana aksi demo FPI yang akan berlangsung Jumat (4/11) mendatang.

‎Iriawan menganjurkan kepada Habib Rizieq agar demo FPI pekan depan berlangsung damai. Tidak boleh ada keributan apalagi tindakan anarkistis.

BACA JUGA: DPRD DKI Kebut RAPBD Mumpung Gubernur Dijabat Plt

"Kami bukan perjanjian, hanya diskusi. Karena menurut yang disampaikan Habib Rizieq dia akan memimpin, saya meminta yang bersangkutan untuk memimpin seperti kemarin. Supaya masyarakat tenang," kata Iriawan di Cakung, Jakarta Timur, Jumat (28/10).

Iriawan menambahkan, ucapannya disimak betul oleh Habib Rizieq. "Habib menjamin unjuk rasa akan tertib aman dan terkendali," klaim Iriawan.

BACA JUGA: Tolong Jangan Bawa-Bawa NU di Demo Akbar 4 November!

Mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri ini juga mengungkapkan, demo bertajuk "Demo Bela Islam II" untuk menentang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ‎tersrbut akan mendatangkan ribuan massa. Karenanya, polisi pun berharap suasana demo bisa aman, dama dan tertib.

"Kami akan maksimal kemungkinan massa akan lebih besar. Insya Allah akan berjalan dengan lancar. Yang jelas bagi masyarakat yang akan demo saya menghimbau sama-sama kita menjaga ibu kota yang kita cintai. Karena ini barometer nasional. Kalau sampai ada apa-apa di Jakarta akan jadi acuan bagi kota-kota lainnya,” katanya.

BACA JUGA: Catat, Plt Gubernur DKI Bakal Bagi-Bagi Nomor Telepon Pribadi

Iriawan menambahkan, menyampaikan pendapat adalah hal wajar asalkan tidak anarkistis. “Jika ada sekelompok massa yang melakukan anarkistis bagi pengunjuk rasa jangan terpengaruh," jelas dia.

Sementara untuk mengamankan jalannya aksi demo, Polda Metro Jaya sudah menyiagakan 8.000 personel gabungan Polri-TNI. Namun, angka itu bisa bertambah tergantung informasi intelijen di lapangan.‎

"Sekarang ada delapan ribu. Nanti jumlah yang dilibatkan tergantung di lapangan nanti," pungkas dia.(mg4/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ahok Peringati Sumpah Pemuda, Caranya Unik Lho


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler