Kapolda tak Rela Buruh Demo di Bandara

Minggu, 29 April 2012 – 10:26 WIB

MEDAN --Polisi tidak akan memperbolehkan massa buruh menggelar aksi di Bandara Internasional Polonia Medan, saat peringatan hari buruh atau "May Day" pada 1 Mei mendatang. Personel sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mengamankan satu objek vital tersebut.

Demikian disampaikan Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, usai memimpin Apel Kesiapan Pengamanan Hari Buruh Tahun 2012, di Wilayah Polresta Medan, yang digelar di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (28/4).

Wisjnu mengatakan, silahkan kaum buruh berdemo, tapi pihaknya tidak memberi toleransi jika di Bandara Internasional Polonia Medan dijadikan tempat untuk berunjuk rasa.  "Silakan demo. Tapi tidak akan diberi toleransi jika bandara Polonia dijadikan tempat unjuk rasa. Bandara adalah kepentingan umum yang sangat luas," ujarnya.

Dia mengatakan, dalam pengamanan peringatan hari buruh 1 Mei mendatang, pihaknya akan menyekat pergerakan buruh yang ingin mengarah ke Bandara Polonia. Namun, Wisjnu enggan membeberkan bagaimana teknis pengamanan tersebut.

"Kita sudah siapkan teknis pengamanan untuk menghalau massa jika buruh mulai mengarah ke Bandara Polonia. Teknis pengamanannya cuma kita yang tahu," ungkapnya.

Jenderal bintang dua ini mengharapkan, buruh yang akan berunjuk rasa jangan anarkis dan harus memikirkan kepentingan umum. "Tak boleh ada penerbangan dari dan ke Medan terpaksa  ditunda atau dialihkan hanya karena pengunjuk rasa memblokir bandara yang ada di tengah Kota Medan ini," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Wisjnu juga memastikan jajaran Polri, TNI dan pemerintah sudah siap mengamankan "May Day", berapa pun jumlah buruh yang akan turun berunjuk rasa, pihaknya siap melakukan pengamanan sebanyak 6.046 TNI-Polri. "Silahkan mereka (buruh-red) mau turun 10 ribu, 20 ribu, atau 30 ribu massa. Kita siap berikan pengamanan, asalkan unjuk rasa tertib dan jangan sampai ada masyarakat yang terganggu," ucap Wisjnu.

Disebutkan Wisjnu, personil Polisi yang ditugaskan untuk pengamanan hari buruh, akan mulai diterjunkan ke lapangan untuk insert sejak 30 April dan kemudian dilanjutkan pada 1 Mei nya.

"Mulai 30 April personel akan turun ke lapangan untuk insert. Langkah itu kita ambil untuk mengantisipasi jika ada massa buruh yang curi start untuk berdemo," pungkas Wisjnu.

Terpisah, Serikat Pekerja Sektor Informal Indonesia (SPINDO) Sumut dalam memperingati hari buruh/pekerja yang jatuh diperingati setiap tahunnya di seluruh dunia tanggal 1 Mei, minta agar UU Ketenagakerjaan berpihak kepada buruh/pekerja.

"Saya mintakan kepada pemerintah khususnya Menteri Ketenagakerjaan RI, Muhaimin Iskandar MSi dan DPR RI untuk berpihak kepada buruh/pekerja begitu juga dengan pekerja Sektor Informal," kata Ketua DPD SPINDO Sumut, Jon Piter Silaen, Sabtu (28/4) di kantornya Pasar III, Jalan Rakyat.  (gus/jon)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Volvo Kanit Provos Tewaskan Lima Orang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler