Kapolri Yakin Tak Ada Beras Plastik, Ini Alasannya

Rabu, 27 Mei 2015 – 16:36 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Kapolri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti meyakini tidak ada beras sintetis atau beras plastik yang beredar di pasaran seperti ramai diberitakan akhir-akhir ini. Keyakinan itu diperkuat setelah Polri mencocokkan hasil uji laboratorium atas sampel beras yang diduga sintetis oleh lima lembaga yang berbeda.

Kelima lembaga yang melakukan uji sampel itu adalah Pusat Laboratorium Forensi (Puslabfor) Polri, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Badan Litbang Kementerian Pertanian, Kementerian perdagangan, serta laboratorium pusat kuliner di Puspitek Serpong. Hasil uji dari kelima instansi itu menunjukkan tidak ada kandungan sintetis dalam sampel beras.

BACA JUGA: Wagub DKI Desak Polisi Beberkan Universitas yang Beri Ijazah Palsu

"Yang pertama terkait dengan isu adanya beras plastik yang selama ini menjadi pemberitaan. Kemarin sudah ada hasil dari lima laboratorium yang sudah memeriksa sample beras ini. Dari kelima laboratorium itu, semuanya negatif pada sample beras yang diuji," ujar Badrodin di Pasar Beras Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (27/5).  

Dengan adanya hasil uji laboratorium itu ia berharap masyarakat tak perlu resah dan khawatir lagi dengan kabar beredarnya beras plastik di pasaran. "Jadi kesimpulannya nggak ada unsur plastik di dalam sample beras. Ok, saya berharap masyarakat nggak resah dan bisa melakukan aktifitas seperti biasa," harap Badrodin meyakinkan.

BACA JUGA: Belajar dari Kasus Hadi, Jangan Sampai KPK Pakai Penyidik TNI

Bagaimana dengan hasil penelitian Sucofindo yang justru menunjukkan adanya kandungan sintetis pada sampel beras yang diuji? Badrodin menegaskan bahwa sampel beras yang diuji oleh lima laboratorium yang dirujuk Polri sama dengan yang diteliti Sucofindo. "Samplenya sama dengan yang digunakan Sucofindo," katanya.

Mantan Wakapolri itu justru menduga ada dua kemungkinan yang membuat hasil uji laboratorium Sucofindo berbeda dengan lima laboratorium lembaga lain yang dirujuk Polri. "Pertama mungkin peralatannya bisa terkontaminasi. Kedua, analisnya masih kualitatif, jadi pembacaan dari laboratorium bisa beda," duganya.

BACA JUGA: 81 Orang Berebut jadi Komisioner KY

Meski demikian, pihaknya saat ini tengah menelusuri lebih lanjut perbedaan hasil laboratorium tersebut dengan berkoordinasi bersama Sucofindo dan Badan POM. "Ini perlu dilakukan koordinasi, di mana letak perbedaan itu sebenarnya," katanya.(chi/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jika Artis-artisnya Tak Diperiksa, Bebaskan Saja Muncikari RA


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler