Kapolsek Menes Terkena Lima Tusukan, Jalan Kaki ke Puskesmas dengan Tubuh Bersimbah Darah

Minggu, 13 Oktober 2019 – 20:02 WIB
Anggota kepolisian mengamankan Syahril Alamsyah, terduga penusuk Wiranto. Foto: ANTARA/HO-Polsek Menes/aa. Handout Polsek Menes

jpnn.com, PANDEGLANG - Kapolsek Menes Kompol Dariyanto mendapat lima luka tusukan ketika menghalau Syahril Alamsyah (SA) alias Abu Rara dan Fitri Andriana binti Sunarto yang mencoba menikam Menko Polhukam Wiranto di pintu gerbang Alun-alun Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (10/10).

Dariyanto menuturkan bahwa kejadian berlangsung begitu cepat. Ketika Wiranto turun dari kendaraan dan bersalaman dengan dirinya, dari arah belakang SA langsung menerobos dan menghujamkan pisaunya ke arah Wiranto.

BACA JUGA: Alhamdulillah, Pak Wiranto Sudah Jalan Beberapa Langkah

"Saat itu Pak Wiranto turun dari mobil, saya langsung bersalaman. Saya langsung balik arah, karena ada ajudan pakaian putih. Tiba-tiba yang laki-laki (Syahril) menerobos (untuk menusuk). Saya enggak tahu Pak Wiranto jatuh," kata Dariyanto ditemui di ruang perawatan di RS Sari Asih Kota Serang, kemarin.

Dariyanto pun sigap mencoba mengamankan Wiranto. Tak disangka, datang pelaku satu lagi yakni Fitria yang kemudian menusuknya dari arah belakang mengenai punggung.

BACA JUGA: Wiranto Sempat Menangkis Serangan, Kelingkingnya Terluka

"Saya membalikkan punggung dan saya ditusuk dari belakang. Saya enggak tahu karena pisaunya tertutup kain hitam, tapi tiba-tiba baju robek," ujarnya.

Setelah Wiranto dievakuasi dan dimasukkan ke dalam mobil, serta pelaku ditangkap oleh anggota kepolisian, dia baru sadar kalau tubuhnya bersimbah darah. Kemudian dirinya meminta anggota polisi lain untuk menemaninya ke Puskesmas Menes.

"Saya minta temenin anggota saya ke Puskesmas. Ke sana saya jalan kaki, mungkin ada sekitar 500 meteran dari lokasi ke puskesmas," ujarnya.

Dariyanto menegaskan, lima tusukan dari pasangan suami istri tersebut melukai bagian dada kiri dan kanan, pundak bagian kiri, punggung dan sikut bagian kiri. "Luka paling parah di belakang. Dijahit soalnya lukanya dalam," katanya. (darjat/yanadi)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler