Kasus Kematian Brigadir J Belum Tuntas, Saiful: Jangan-Jangan Ada Jenderal Polri Terlibat

Senin, 01 Agustus 2022 – 15:59 WIB
Kerabat memegang foto almarhum Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J saat pemakaman kembali jenazah setelah autopsi ulang di Sungai Bahar, Muarojambi, Jambi, Rabu (27/7/2022). Foto: ANTARA/Wahdi Septiawan/hp.

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Pusat Riset Politik Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI) Saiful Anam menyoroti kasus kematian Brigadir J yang masih menjadi misteri.

Saiful mengatakan apabila kasus kematian Brigadir J tersebut tak kunjung tuntas, bakal membuat publik terus berspekulasi liar.

BACA JUGA: Soal Kasus Kematian Brigadir J, Anam Soroti Kerja Timsus Bentukan Kapolri, Jleb Banget

"Publik makin berspekulasi liar, jangan-jangan ada oknum petinggi atau Jenderal Polri yang memang terlibat dalam kasus ini," kata Saiful kepada JPNN.com, Minggu (31/7).

"Apalagi dari awal banyak kejanggalan-kejanggalan yang terjadi, kalau bukan melibatkan orang dalam dan petinggi Polri saya kira sulit untuk terjadi (kasus berlarut-larut) yang demikian," sambung Saiful.

BACA JUGA: Kasus Kematian Brigadir J Ditangani Bareskrim, IPW Tegas Bilang Begini, Singgung Kapolri

Pria yang juga pakar hukum tata negara Universitas Indonesia itu juga mempertanyakan Polri yang belum juga menetapkan Bharada E sebagai tersangka.

"Belum ditetapkannya tersangka terhadap Bharada E tentu ini yang menjadi problem besar saat ini. Saya kira publik bertanya-tanya mengapa kemudian Bharada E belum juga ditetapkan sebagai tersangka, padahal yang bersangkutan sudah mengakui ada penembakan," ujar Saiful.

BACA JUGA: Ibu Brigadir J Menangis Histeris: Di Mana Kamu Putri, Kata Kamu Mau Menjaga Anak Kita

Turut diketahui, Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Ahmad Taufan Damanik menyebut pihaknya telah mengantongi keterangan dari Bharada E.

Taufan mengungkap Bharada E mengaku menembak Brigadir J.

BACA JUGA: Kuasa Hukum Brigadir J: Tidak Ada Kejahatan Sempurna, Sekalipun Itu Dilakukan Jenderal

"Dia menjelaskan kronologinya," kata Taufan dalam acara Kontroversi milik Metro TV, yang diunggah metrotvnews di YouTube pada Kamis (28/7). (cr1/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Dean Pahrevi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler