Kata Pengamat, Gaduh jika Pengganti Archandra Kader Golkar

Jumat, 19 Agustus 2016 – 14:10 WIB
Ilustrasi dok.JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA  - Pengamat politik dari Universitas Jayabaya Igor Dirgantara menyarankan Presiden Joko Widodo mencari pengganti  Archandra Tahar dari kalangan profesional, bukan asal partai politik.

“Sebaiknya Menteri ESDM yang menggantikan Arcandra Tahar adalah orang yang profesional, non partisan terhadap kelompok apa pun dan juga bukan dari parpol," kata Igor, Jumat (19/8).

BACA JUGA: Dalami Kasus Suap Putu, KPK Garap Anggota Banggar

Sebelumnya beredar kabar  politikus Partai Golkar yang juga Komisi VII DPR Satya Widya Yudha masuk dalam nominasi  menggantikan Arcandra. Begitu juga dengan rekan sejawatnya di Komisi VII DPR Fraksi Partai Golkar Dito Ganinduto, turut disebut-sebut masuk nominasi.

Direktur Survei dan Polling Indonesia ini mengatakan, jika menteri dari kalangan parpol tentu kondisi akan terus gaduh. Menurutnya,  perdebatan  politik panjang tidak terhindarkan terlebih jika Jokowi memilih menteri ESDM dari Golkar. 

BACA JUGA: John Kei Benarkan Materi Pembicaraan Haris dan Fredi Budiman

Ini mengingat partai beringin tidak berkeringat memenangkan Jokowi saat pemilihan presiden 2014 lalu.

Karenanya, ia menegaskan, pasti akan sulit untuk meredam marahnya para pendukung Jokowi yang berkeringat waktu itu karena tiba-tiba mantan lawan politik  malah diberikan tempat.

BACA JUGA: Kapolri Kunjungi Anak-anaknya di KPK

Meskipun sebagai salah satu upaya Jokowi untuk mendapatkan dukungan politik dari Golkar, tapi secara etika politik jelas tidak fair. "Tidak adil bagi pihak yang mengawalnya sejak awal," tutur Igor.

Igor menambahkan, dengan kondisi objektif sekarang, justru  yang dibutuhkan adalah figur yang bisa merangkul semua pihak. "Mengingat sektor energi amat strategis, harus dipilih orang yang tenang, tapi terampil bekerja," kata Igor.

Selain itu, Igor, menambahkan, calon menteri ESDM juga harus memahami semua prosedur kontrak-kontrak investasi di sektor pertambangan. Mampu membangun pondasi regulasi yang jelas dan  secara aktif mengarahkan ke arah mana sektor energi bergerak.

Menurut Igor, meskipun dari  kalangan profesional yang memahami kontrak kontrak investasi, sebaiknya dipulih yang sudah ahli di bidang permodalan. Mengingat sektor energi sangat memerlukan pemahaman yang dalam bagaimana struktur modal bekerja.

"Lebih bagus lagi jika berlatar belakang pendidikan geologi sehingga memiliki pemahaman mendasar soal sektor energi pada umumnya. Selain itu jelas soal kejujuran dan karakter, nasionalismenya tinggi,” katanya.

Karenanya, Igor meminta Presiden Jokowi untuk memilih menteri secara hati-hati dan jangan terburu-buru. 

"Serta menghindari bisikan dari orang sekelilingnya yang sudah membuat rekomendasi yang salah dalam kasus Archandra," pungkasny. (boy/jpnn

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kasal Pimpin Sertijab Pangarmabar dan Pangkolinlamil


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler