Kawasan Wisata Glamping Linggarjati Membuat Pak Ganjar Takjub

Minggu, 02 Mei 2021 – 23:12 WIB
Gubernur Ganjar Pranowo saat mendatangi kawasan wisata Glamping Linggarjati. Foto: IG @ganjarpranowo

jpnn.com, MAGELANG - Tak hanya Candi Borobudur, Kabupaten Magelang memiliki banyak tempat menarik untuk dikunjungi. Salah satunya Glamping Linggarjati.

Sebuah tempat camping nan eksotis yang menyuguhkan pemandangan alam yang memanjakan di lereng Gunung Sumbing, tepatnya di Alas Krincing Mangli, Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang.

BACA JUGA: Nada Terharu, Pak Ganjar Datang Membawa Hadiah Terbaik saat Peringatan Hardiknas

Banyak orang yang dibuat penasaran dengan wisata yang baru dibuka pada Februari 2021 ini. Tak terkecuali orang nomor satu di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Saat motoran ke Magelang untuk merayakan Hari Pendidikan Nasional dengan mengunjungi sejumlah siswa di sekolah terpencil Magelang, Ganjar juga menyempatkan mampir ke Glamping Linggarjati.

BACA JUGA: Para Investor Turki Mulai Lirik Jateng, Pak Ganjar Siap-siap

Sepanjang perjalanan, pemandangan khas pegunungan langsung menyambut Ganjar dan rombongan.

Lapar dan dahaga karena puasa tak terasa. Jalan terjal dan sempit yang hanya bisa dilalui sepeda motor, tak menyurutkan langkah Ganjar mendatanginya.

BACA JUGA: Survei New Indonesia: Ganjar Pranowo Makin Jauh Meninggalkan Prabowo Subianto dan RK

Sesampainya di sana, Ganjar dibuat takjub dengan pemandangannya. “Ini keren sekali. Tempatnya sejuk dan asri. Di kejauhan terlihat Kota Magelang, dan katanya kalau pagi bisa melihat matahari terbit. Ini eksotis," kata Ganjar.

Dia senang karena pengembangan kawasan Borobudur disambut antusias masyarakat. Masyarakat yakin bahwa kelak kawasan Borobudur akan menjadi jujugan wisatawan.

"Jadi kalau ke Magelang dan ingin menikmati kesunyian, bersatu dengan alam dan ingin merenung, di sini tempat yang bagus. Tempatnya keren, sejuk dan sangat nyaman. Jauh dari keramaian kota dan bisa bersantai dengan keluarga," ucapnya.

Pengelola Glamping Linggarjati, Edi Hartanto mengatakan, terdapat tiga kamar tidur berbentuk seperti tenda di lokasi itu. Pengunjung bisa menikmati suasana sunyi dengan ngecamp di tempat itu hanya dengan biaya Rp250.000. Sementara di akhir pekan atau libur nasional, harganya sedikit naik menjadi Rp400.000.

"Di sini tidak ada sinyal, tidak ada musik, tidak ada televisi. Jadi benar-benar sunyi," katanya.

View pedesaan di pegunungan menjadi daya tarik tersendiri. Hamparan ladang kol dan aneka sayuran terhampar di sepanjang mata memandang. Kicau burung juga menambah suasana menjadi romantis.

Aneka menu masakan ndeso siap memanjakan lidah para pengunjungnya. Masakan sayur-sayuran yang disajikan sangat segar karena dipetik langsung dari ladang di sekitarnya.

"Meski pandemi, pengunjung tetap ramai datang ke sini. Jadi kalau mau menginap, harus reservasi dulu dan harus berlomba dengan calon pengunjung lainnya," pungkasnya. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler