Kebiri Dianggap tak Cocok, Lebih Baik Hukuman Mati

Senin, 02 November 2015 – 03:37 WIB
Ilustrasi. Foto: JPNN

jpnn.com - JAKARTA – Wacana hukuman kebiri yang dilontarkan pemerintah pada pelaku kejahatan seksual terhadap anak tak mendapat dukungan dari psikolog forensik Reza Indragiri Amriel.

Dia menilai, tindak kekerasan pada anak akan meningkat jika hukuman kebiri dilembagakan. Pasalnya, pelaku akan mencari pola baru untuk melakukan tindak kekerasan. Selain itu, sasaran tidak saja anak-anak.

BACA JUGA: JK Beri Resep Agar Golkar Menang Pilkada

”Daripada kebiri, saya justru menawarkan hukuman mati bagi predator seksual. Menurut hati nurani saya lebih baik dihukum mati saja. Apakah itu melanggar HAM? Tidak ada hukuman di muka bumi ini yang tidak melanggar HAM,” kata Reza, Minggu (1/11).

Dia menambahkan, kebiri sebagai hukuman yang dijatuhkan pengadilan menjadi beban anggaran negara. ”Logikanya kalau untuk pelaksanaan kebiri dengan semua konsekuensinya harus dibiayai rakyat melalui pajak,” imbu Reza.

BACA JUGA: Tiba-tiba, 165 Istri Perwira Siswa Seskoal Berkumpul, Ada Apa?

Dia mencontohkan kebiri melalui suntik. Menurut Reza, hal itu harus dilakukan secara berjangka. ”Jangan berpikir kebiri suntikan dengan unsur kimiawi itu bebas dari efek samping seperti mendorong kejiwaan orang yang dikebiri jadi depresi dan itu pintu masuk untuk bunuh diri,” tegas Reza. (ibl/jos/jpnn)

 

BACA JUGA: PWI Yakin Jokowi Tak Membungkam Kebebasan

 

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Akibat Kabut Asap, 530.353 Orang Menderita ISPA


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler