jpnn.com, SEMARANG - Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia lantaran kecelakaan di perlintasan kereta api daerah Mangkang, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), pada Kamis (30/1) sekitar pukul 04.30 WIB.
Korban bernama Suriyah warga Mangkang Wetan tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian setelah menyeberang perlintasan sebidang tidak terjaga.
BACA JUGA: Daftar 6 Kereta Api yang Perjalanannya Terganggu Akibat Banjir di Batang
Insiden ini melibatkan Kereta Api Kertajaya (219) tujuan Surabaya-Jakarta.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo menyatakan masinis KA Kertajaya telah membunyikan suling lokomotif secara berulang sebelum melewati perlintasan sebidang tersebut.
BACA JUGA: Kemudahan & Kecepatan dalam Pelayanan jadi Prioritas PT Pegadaian
Franoto menjelaskan tidak ada kerusakan pada lokomotif maupun rangkaian kereta dari kejadian tersebut.
"Tetapi KA Kertajaya (219) mengalami keterlambatan sebanyak 10 menit akibat berhenti, dan melakukan pemeriksaan di Stasiun Kaliwungu seusai kejadian," ujar Franoto melalui keterangan resminya, Kamis (30/1).
BACA JUGA: Pecah Ban, Sigra Tabrak Bus di Tol Ngawi-Solo, 2 Orang Tewas, 6 Luka-Luka
Setelah kejadian Tim Pengamanan KAI Daop 4 Semarang langsung berkoordinasi, dan menghubungi kepolisian setempat, dan saat ini korban telah ditangani Polsek Tugu Semarang.
Pihaknya menegaskan kepada masyarakat pengguna jalan sesuai Undang-undang (UU) No. 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian, dan UU no 22 tahun 2009 tentang Lalu lintas angkutan jalan bahwa pengendara wajib mendahulukan perjalanan KA ketika akan melewati perlintasan sebidang.
KAI juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang, baik yang dijaga maupun yang tidak dijaga.
KAI terus berkomitmen untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, dan mengurangi potensi kecelakaan di perlintasan sebidang melalui berbagai upaya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
"Sebelum melintas, pastikan untuk melihat ke kiri dan kanan, serta memastikan tidak ada kereta api yang melintas," katanya.(mcr5/jpnn)
Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Wisnu Indra Kusuma