Kecelakaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, 2 WN China Tewas

Senin, 19 Desember 2022 – 13:42 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. Foto: arsip JPNN.com/Ricardo

jpnn.com - JAKARTA - Sebanyak dua warga negara China meninggal dunia dalam kecelakaan antara lokomotif kereta cepat dan kereta teknis di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (18/12).

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo membenarkan informasi soal dua korban tewas merupakan WN China. Jenderal bintang dua itu mengatakan kedua korban merupakan teknisi.

BACA JUGA: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Kecelakaan, Mabes Polri Turunkan Tim

"Betul (WN China), informasi dari Polda Jawa Barat, pekerja teknis," kata Irjen Dedi di Jakarta, Senin (19/12).

Selain dua korban meninggal dunia, dilaporkan pula ada empat orang lain mengalami luka berat.

BACA JUGA: 2 WN China Petinggi Perusahaan Batu Bara Dibantai Pakai Parang

Kecelakaan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung terjadi pada Minggu (18/12) sekitar pukul 16.00 WIB saat sedang pemasangan rel.

Lokomotif kereta cepat itu melaju kencang dari wilayah Kicau Bojong Koneng.

BACA JUGA: 2022 Tahun Kelam Bagi Jurnalis, China dan Turki Paling Sadis

Setibanya di lokasi kejadian, di Kampung Cempaka Mekar, kereta tersebut lepas dari ujung rel yang sedang dipasang dan terjadi tabrakan dengan kereta teknis.

Sebelumnya, Polri menurunkan tim dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) dan Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) untuk mengecek kecelakaan kereta cepat tersebut.

Tim Inafis sudah mengidentifikasi para korban, baik yang meninggal maupun luka-luka.

Berdasarkan informasi awal, dua korban meninggal dunia merupakan laki-laki bernama Chang Shin Shang (40) dan Chang Shin Yung (36).

Empat korban luka-luka juga berjenis kelamin laki-laki, yang tiga di antaranya teridentifikasi sebagai Wang Jiji, Jie Thencang, dan Chao Qianyo; sementara seorang lainnya belum diketahui identitasnya.

Penyidik Polda Jawa Barat juga telah memeriksa 18 saksi yang dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut. Polisi bersama kementerian dan lembaga terkait melakukan pengecekan untuk mengetahui penyebab kecelakaan, termasuk melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan ahli lain. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler