KEK Kesehatan dan Pariwisata Kelas Dunia yang Pertama di Indonesia Lagi Dibangun di Bali

SOE International Conference 2022

Sabtu, 15 Oktober 2022 – 22:11 WIB
Presiden Joko Widodo bersama sejumlah menteri sedang melihat maket KEK Kesehatan dan Pariwisata Kelas Dunia yang pertama di Indonesia yang sedang dibangun di Sanur, Bali. Foto: Dokumentasi Humas Pertamina

jpnn.com, SANUR - PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) yang dikenal dengan Injourney melalui anak perusahaannya PT Hotel Indonesia Natour (HIN) bekerja sama dengan PT Pertamina Bina Medika-Indonesia Healthcare Corporation (IHC) tengah membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan dan Pariwisata pertama di Indonesia yang berlokasi di Sanur, Bali.

Keputusan pemerintah membangun KEK Sanur yang mengintegrasikan sektor kesehatan dengan sektor pariwisata sejalan dengan fokus Presidensi G20 Indonesia, yakni layanan kesehatan inklusif, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi menuju energi berkelanjutan.

BACA JUGA: Bali Akan Segera Punya KEK Kesehatan, Erick Thohir Targetkan Rampung Mei 2024

Bali dipilih sebagai lokasi KEK Kesehatan dan Pariwisata untuk memberikan kesempatan kepada pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan kelas dunia sekaligus memanfaatkan keindahan Pulau Dewata itu sebagai pilihan berwisata.

Pulau Bali memiliki potensi besar untuk menjadi pusat wisata medis di Asia Tenggara. Pemerintah berharap KEK Sanur dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

BACA JUGA: Konferensi Internasional BUMN: Dorong Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan

KEK Sanur juga didorong untuk menjadi lokasi investasi baru sekaligus menyerap tenaga kerja. Setelah beroperasi penuh, KEK Sanur diharapkan dapat menyerap sekitar 43 ribu tenaga kerja.

Pada 2045, KEK Sanur diharapkan mampu menambah total perolehan devisa hingga USD 1,28 miliar.

Pengembangan KEK Sanur diproyeksikan mampu menyerap sekitar 4-8 persen masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri.

Diharapkan pada 2030, jumlah pasien yang berobat di KEK Sanur mencapai 123 ribu hingga 240 ribu orang.

Data menunjukkan bahwa penduduk Indonesia merupakan penyumbang utama wisata medis di kawasan dengan lebih dari 2 juta warga bepergian ke luar negeri pada 2019 untuk mendapatkan layanan kesehatan senilai USD 6 miliar.

Menteri BUMN Erick Thohir meyakini pengembangan KEK Kesehatan dan Pariwisata Sanur akan mendorong perekonomian, baik nasional maupun lokal.

“Potensinya cukup besar sehingga bisa menjadi prioritas untuk menghidupkan kembali kegiatan pariwisata di Bali,” kata Erick.

Lebih lanjut ia menjelaskan intervensi ini harus dilakukan agar masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar negeri karena Indonesia telah mampu memberikan pelayanan kesehatan yang prima dan berkelas dunia.

Selain itu, proyeksi peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bali diperkirakan mencapai 24,6 persen pada periode 2020-2024, dan pertumbuhan wisata medis di Asia Tenggara diprediksi mencapai sekitar 18 persen pada periode yang sama.

KEK Sanur menawarkan alur perjalanan pasien end-to-end bagi pengunjungnya dengan berbagai fasilitas.

Selain fasilitas taman, hotel, dan pusat niaga, ada enam kawasan di KEK Sanur yang dikhususkan untuk pelayanan kesehatan.

Dua di antaranya telah disewakan dan nantinya akan dibangun sebagai rumah sakit berkelas internasional yang dioperasikan oleh Mayo Clinic.

Sementara itu, empat area lain tersedia bagi investor yang memiliki spesialisasi sesuai dengan master plan yang telah ditentukan, seperti bedah plastik dan kosmetik, geriatrik, pusat penelitian sel punca, serta pusat pengobatan oriental dan kesuburan.

Direktur Operasional IHC drg Mira Dyah Wahyuni MARS mengatakan KEK Sanur akan memberikan pelayanan kesehatan terintegrasi berkualitas tinggi serta bertaraf internasional dengan perawatan medis terkini untuk mendorong masyarakat mempercayakan pengobatan di Indonesia tanpa harus ke luar negeri.

Sebagai holding rumah sakit milik negara, IHC saat ini menaungi 75 rumah sakit dan 143 klinik di seluruh Indonesia.

IHC berkomitmen melayani masyarakat untuk mewujudkan ketahanan kesehatan nasional melalui berbagai rumah sakit milik negara, klinik, dan yang terafiliasi dengan jaringan IHC.

Proses groundbreaking pembangunan KEK Sanur dilakukan Presiden Joko Widodo pada 27 Desember 2021.

KEK Sanur hadir dengan rencana bisnis untuk fasilitas kesehatan, akomodasi hotel dan MICE, taman botani ethnomedicinal, serta pusat komersial, di atas lahan seluas 41,26 hektare milik PT Hotel Indonesia Natour (HIN) dengan nilai investasi USD 664 Juta.

Sebagai upaya untuk mengintegrasikan pelayanan kesehatan dengan pariwisata, proses revitalisasi infrastruktur pariwisata yang ada di KEK Sanur juga akan dilakukan, termasuk untuk meningkatkan peringkat kelas hotel dari bintang 4 menjadi 5.

“Proses revitalisasi ini akan semakin meningkatkan nilai tambah KEK Sanur yang mengusung konsep integrated end-to-end service sehingga dapat semakin menarik minat masyarakat yang mencari layanan medis berkelas dunia saat berwisata ke Bali,” jelas Direktur Utama Injourney, Dony Oskaria.

Revitalisasi tersebut mencakup Hotel Grand Inna Bali Beach Tower, Grand Inna Bali Beach Garden, Hotel Grand Inna Bali Beach Tower, dan pembangunan Convention Center dengan kapasitas 5 ribu orang.

Kawasan KEK untuk wisata kesehatan akan menjadi salah satu program prioritas Kementerian BUMN yang ditampilkan dalam SOE International Conference: Driving Sustainable & Inclusive Growth yang akan diselenggarakan pada 17-18 Oktober 2022 di Denpasar, Bali.

Acara ini merupakan bagian dari Trade, Investment & Industry Working Group (TIIWG) Road to G20 yang akan dihadiri oleh para pemimpin dan pemangku kepentingan BUMN, delegasi dari negara-negara anggota G20, investor, organisasi internasional, mitra bisnis, akademisi, think tank, dan media.

Selain sesi konferensi, SOE International Conference juga akan menghadirkan pameran yang menampilkan kinerja, inisiatif dan program BUMN dengan fokus pada keberhasilan transformasi dan tiga prioritas Presidensi G20 Indonesia. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler