Kekhawatiran Andik Vermansyah Ini Cukup Beralasan

Senin, 28 September 2020 – 22:07 WIB
Andik Vermansyah berebut bola dengan pemain Persija Jakarta Osvaldo Ardiles Haay (kiri) di Stadion PTIK, Jakarta, Sabtu (14/3/2020). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc

jpnn.com, JAKARTA - Gelandang Bhayangkara FC Andik Vermansyah mengemukakan kekhawatirannya, menjelang laga lanjutan Liga 1 Indonesia yang mulai akan digelar Oktober nanti.

Andik menilai, kebijakan perjalanan darat menggunakan bus saat tur tandang nantinya, bakal menguras stamina.

BACA JUGA: Klasemen Sementara Liga Italia, 3 Klub Menorehkan Hasil Sempurna!

Para pemain juga tidak memiliki waktu cukup untuk pemulihan kondisi fisik.

"Sebenarnya secara pribadi kurang setuju. Bukan saya pribadi tidak mau naik bus, tetapi masa recovery kami pasti sangat terganggu dengan jadwal yang sangat padat," ujar Andik dalam keterangan resmi yang diterima wartawan, Senin (28/9).

BACA JUGA: Koeman Puji Pemain Muda Spanyol Ini Saat Barca Melumat Villareal 4-0

Dalam laga lanjutan Liga 1 Indonesia, operator liga melarang klub menggunakan pesawat saat menjalani tur tandang.

Sebagai gantinya, PT LIB menyediakan dua bus bagi setiap tim.

BACA JUGA: Costa Heran, Barcelona Kok Bisa Melepas Suarez?

Namun, yang luput adalah penghitungan jadwal pertandingan dengan perjalanan waktu saat menggunakan bus.

Pasalnya setiap tim hanya memiliki tiga hingga lima hari sebelum ke pertandingan selanjutnya.

Dengan diwajibkannya menggunakan bus maka masa pemulihan kondisi fisik akan minim.

Bagi pemain yang tak bisa memulihkan kondisi kebugaran dengan cepat bakal rentan cedera dan hal itu diakui Andik.

"Ini bisa buat rawan cedera juga buat para pemain di seluruh tim kalau recovery tidak bagus," kata dia.

Di sisi lain, penggunaan bus dinilai lebih aman dari penularan COVID-19.
Pasalnya, para pemain tak akan bersinggungan dengan masyarakat lain, selain itu kesehatan mereka juga telah dipastikan terkontrol karena harus menjalani Swab Test secara berkala.

Andik juga mengaku masih merasa was-was bertanding di tengah pandemi.

Pasalnya, kurva penularan di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda menurun.

Namun sebagai pemain profesional, ia siap bertanding untuk membela Bhayangkara FC dengan syarat menjalankan protokol kesehatan yang ditentukan.

“Pastinya sangat khawatir (dengan pandemi) meskipun kami latihan tidak di Jakarta, tapi masih rawan juga karena masih daerah lingkungan sekitar DKI Jakarta," kata dia.

Bhayangkara FC sendiri akan melakoni laga lanjutan pekan keempat Liga 1 2020 pada 4 Oktober.

Mereka akan melawan Persita Tangerang, setelah ada perubahan jadwal dari sebelumnya melawan Arema FC.

The Guardian dan Persita sama-sama akan bermarkas di Stadion Sport Center, Kelapa Dua, dalam mengarungi lanjutan Liga 1 Indonesia.(Antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler