Keluarga Pelajar yang Disetrum dan Diinjak Oknum Polisi Akhirnya Melapor ke Polda

Rabu, 06 Oktober 2021 – 19:20 WIB
MR, pelajar yang mengaku disetrum dan dipatahkan kakinya oleh oknum polisi. Foto: Dok pribadi untuk radarbali.id

jpnn.com, DENPASAR - Seorang pelajar berinisial MR, 14, yang mengaku korban kebrutalan oknum polisi resmi melapor ke Polda Bali, Rabu (6/10). 

Dalam laporan tersebut korban mengaku disetrum dan kakinya dipatahkan oleh oknum polisi.

BACA JUGA: Identitas Mayat Wanita Tanpa Busana di Kolam Renang Hotel Itu Terungkap, Ternyata

Kuasa hukum keluarga korban, AKBP (Purn) Joni Lay, membenarkan bahwa pihaknya telah membuat laporan polisi. 

Joni mengatakan laporan penganiayaan yang dialami MR, bocah kelas III SMP, itu sebenarnya sudah dilakukan atau dilayangkan, Selasa (5/10).

BACA JUGA: Kronologi Siswi SMP Dicekoki Miras Lalu Digilir Dua Pemuda di Kamar Hotel

Namun, laporan itu diurungkan lantaran MR harus dibawa ke RS untuk kontrol kesehatan dan kakinya yang patah akibat penganiayaan tersebut.

“Ya, karena jadwal kontrol sehingga, Rabu pagi (hari ini) kami lapor ke SPKT (Polda Bali) terkait tindak pidana penganiayaan,” jelas Joni.

BACA JUGA: Bunga Mengadu ke Ibunya, Mahasiswa Ini pun Pasrah saat Dijemput Polisi

Sekadar diketahui, sebelumnya kasus dugaan penganiayaan ini sudah dilaporkan ke Bidang Propam Polda Bali. Kasus laporan etik kepolisian ini masih bergulir di Propam.

Bahkan, sudah melakukan pemeriksaan saksi, olah TKP, dan mendapatkan salinan rekaman CCTV di dekat kejadian khususnya di Restoran The Hub, Jalan By Pas Ngurah Rai, Sanur, Denpasar.

Dalam laporan ke Propam, MR mengaku dianiaya polisi Sabtu (25/9) dini hari. Saat itu, dia sedang menonton balap liar di Jalan By Pas Ngurah Rai. Seketika datang polisi membubarkan balap liar dan menangkap mereka.

MR sempat kabur dengan sepeda motornya, namun ditendang. Ia akhirnya disetrum, kemudian diinjak hingga kakinya patah. Akibat kejadian itu kaki MR dioperasi di RS BROSS Denpasar hingga menghabiskan biaya sekitar Rp100 juta.

Di tengah penyidikan Bidang Propam Polda Bali, ternyata ada beberapa orang yang datang ke The Hub untuk meminta rekaman CCTV. Tiga orang pria mengaku dari Ditreskrimum Polda Bali.

BACA JUGA: Identitas Mayat Wanita Tanpa Busana di Kolam Renang Hotel Itu Terungkap, Ternyata

Namun, Dir Reskrimum Polda Bali, Kombespol Ary Satriyan menegaskan pihaknya sudah mengecek seluruh anggotanya dan dipastikan tiga orang yang datang itu bukan dari Ditreskrimum Polda Bali. Kata Ary, mereka hanya mencatut nama Ditreskrimum Polda Bali. (radarbali.id)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler