Kemarau Momentum Tingkatkan Luas Tambah Tanam Lahan Rawa

Jumat, 12 Juli 2019 – 07:14 WIB
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy, Selasa bersama petani. Foto: Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Musim kemarau memang menyebabkan kekeringan di lahan petani. Namun, di sisi lain, musim kemarau juga bisa menjadi momentum untuk meningkatkan luas tambah tanam (LTT), terutama di wilayah yang banyak memiliki lahan rawa lebak.

Di beberapa wilayah Indonesia, dampak musim kemarau membuat tanaman padi milik petani mengalami puso atau gagal panen.

BACA JUGA: Start Up Agritek Kembali Ramaikan Agrivaganza 2019

Data menunjukkan luas tanam padi yang terkena kekeringan selama periode Januari-Juni 2019 sekitar 20.964 hektare atau hanya 0,28 persen dari total luas pertanaman sebesar 7.359.453 hektare.

Dari jumlah yang kekeringan itu, lahan padi yang puso (rusak parah) hanya 0,003 persen atau 232 hektare. Wilayah yang terkena kekeringan tersebar di 14 provinsi/wilayah.

BACA JUGA: Keren, Jurusan Agroteknologi Jadi Favorit Anak Muda

Dibandingkan dengan periode Januari-Juni 2018, luas lahan padi yang kekeringan tersebut lebih rendah sekitar 78,18 persen.

Begitu pun dengan puso selama periode Januari-Agustus 2019 lebih rendah 98,74 persen dibandingkan periode Januari-Juni 2018.

BACA JUGA: Kementan Dorong Pengurus UPJA Aktif Cari Peluang Pemanfaatan Alsintan

Sementara kekeringan pada musim kemarau (MK) April-September 2019 juga masih lebih rendah 75,87 persen dibandingkan April-September 2018.

Demikian juga yang puso pada MK April-September 2019 lebih rendah 98,94 persen dibandingkan April-September 2018.

“Saat ini yang mengalami kekeringan serius ada lahan pertanian di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Berdasarkan data BMKG, luas lahan yang terkena kekeringan sekitar 102 ribu hektarr dan puso 9 ribuan hektare,” ujar Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP) Sarwo Edhy, Kamis (11/7).

Guna mencegah semakin luasnya lahan pertanian yang terkena kekeringan dan puso, pemerintah telah berkoordinasi dengan berbagai pihak.

Mulai pemerintah daerah dan TNI untuk memetakan kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan) dan pemanfaatan sumber air yang harus dibangun.

“Sekarang kami sudah banyak membangun sumber air. Baik itu sumur dangkal, embung, damparit, sehingga diharapkan kekeringan untuk tahun ini bisa teratasi,” kata Sarwo.

Berdasarkan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman setiap daerah yang terdampak maupun perluasan areal tanam membentuk posko untuk mitigasi dan adaptasi yang diresmikan bupati.

Dengan demikian, bupati menjadi leader-nya dalam mitigasi dan adaptasi kekeringan.

Ditjen PSP sendiri sudah menyiapkan mobilisasi alsintan seperti pompa, infrastruktur pertanian dukungan lainnya seperti pipanisasi.

Sementara itu, Ditjen Tanaman Pangan dan Litbang Pertanian menyiapkan benih tanaman pangan.

"Intinya kami semua siap menghadapi kekeringan di musim kemarau tahun ini," pungkasnya. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kawasan Hortikultura Dikoneksikan dengan Pasar Dalam dan Luar Negeri


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Kementan  

Terpopuler