Kembangkan Kecerdasan Buatan, Arab Saudi Gandeng Raksasa Teknologi Tiongkok

Jumat, 23 Oktober 2020 – 12:58 WIB
Gedung-gedung di Riyadh, ibu kota Arab Saudi. Foto: Wikimedia Commons

jpnn.com, BEIJING - Arab Saudi menjalin kerja sama dengan raksasa teknologi Tiongkok, Huawei, untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di kerajaan tersebut.

Otoritas Data dan Kecerdasan Buatan Arab Saudi (SDAIA) menandatangani nota kesepahaman dengan Huawei pada hari kedua KTT AI Global untuk bekerja sama dalam Program Pengembangan Kapabilitas AI Nasional, Kamis (22/10).

BACA JUGA: Pangeran Kerajaan Arab Saudi Meninggal Dunia, Penyebab Kematiannya Dirahasiakan

Menurut keterangan tertulis Huawei, Program Pengembangan Kapabilitas AI Nasional ini bertujuan untuk mendukung pemerintah, perusahaan, dan lembaga penelitian di negara kerajaan itu dalam menemukan mitra teknologi yang sesuai di ranah AI, meningkatkan kumpulan talenta mereka sendiri, dan pada akhirnya menemukan strategi pertumbuhan baru melalui berbagai aplikasi AI.

Majid Altuwaijri, CEO Pusat Kecerdasan Buatan Nasional (NCAI) mengatakan bahwa melalui visinya, SDAIA berupaya untuk membangun kerajaan tersebut menjadi pemimpin global di antara liga ekonomi berbasis data.

BACA JUGA: Tunangan Jamal Khashoggi Ingin Melihat Putra Mahkota Arab Saudi Dihukum

"Kami percaya bahwa kemitraan publik-swasta akan membantu mempercepat kemajuan ini dan kami senang bekerja sama dengan Huawei dalam Program Pengembangan Kapabilitas AI Nasional terbaru kami," kata Altuwaijri.

Altuwaijri juga menekankan bahwa melalui program dan kerja samanya dengan Huawei, Arab Saudi tidak hanya dapat terus memperoleh berbagai teknologi paling mutakhir, tetapi juga belajar dari pengalaman sukses secara internasional dalam mengadopsi praktik terbaik.

BACA JUGA: Bentuk Komite Strategis dengan Arab Saudi, Malaysia Kebut Pembahasan Kuota Haji

Sementara itu, Presiden Huawei Timur Tengah Charles Yang berkomentar bahwa Huawei telah mengadopsi strategi penelitian dan pengembangan jangka panjang yang ambisius terkait AI, menciptakan peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya melalui sinergi AI dengan konektivitas 5G, cloud, komputasi, dan aplikasi industri.

"Lewat kerja sama dengan SDAIA, kami berharap dapat menciptakan nilai baru di seluruh domain teknologi ini, berkolaborasi dengan pengembang AI dan mitra industri lokal untuk mengubah kerajaan itu menjadi ekonomi berbasis data yang terkemuka," tambah Yang. (Xinhua/ant/dil/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler