Kemendikbud Berharap Pemda Dukung Zonasi Guru

Minggu, 02 Desember 2018 – 13:54 WIB
Puncak peringatan Hari Guru Nasional. Foto: Kemendikbud

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) melalui Sekretaris Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Muhammad Qudrat Wisnu Aji mengungkapkan cita-cita yang ingin diwujudkan saat memperingati Hari Guru Nasional.

Yakni merealisasikan sistem zonalisasi bagi guru agar merata di seluruh penjuru Indonesia.

BACA JUGA: Jokowi: Guru tak Bisa Digantikan oleh Mesin Secanggih Apapun

"Setelah diawali beberapa langkah-langkah penyesuaian, nantinya kebijakan zonalisasi akan dilanjutkan dengan beberapa langkah strategis yang tentunya memerlukan kerja sama semua pihak, termasuk pemerintah daerah (pemda) agar bisa terealisasi dengan baik," ujar Qudrat.

Menurut Qudrat ini juga merupakan puncak dari kebijakan pemerataan sistem pendidikan di Tanah Air.

BACA JUGA: Berharap Zonasi Guru tak Diterapkan di Wilayah Kepulauan

Ini disampaikanya menyambung dari pernyataan Presiden Joko Widodo yang ingin guru memiliki peran krusial dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

Menurutnya, kualitas sumber daya manusia Indonesia harus ditingkatkan untuk dapat bersaing dengan negara lain.

BACA JUGA: Ini 3 Kriteria Guru Profesional untuk Pembelajaran Abad 21

Saat pembangunan SDM ini menjadi fokus utama pemerintah, maka di sinilah peran guru akan menjadi krusial.

Guru sebagai ujung tombak pembangunan SDM juga harus meningkatkan profesionalisme sekaligus menjadi agen-agen transformasi penguatan SDM.

"Sebagaimana topik acara hari ini, guru dituntut untuk meningkatkan profesionalisme untuk menuju pendidikan abad 21," tutur Presiden di acara puncat peringatan Hari Guru kemarin.

Lebih jauh, Presiden mengingatkan, di tengah dunia yang berkembang dengan cepat lewat perkembangan teknologinya, para guru juga diharapkan untuk dapat mengambil peran yang lebih dari sekadar mengajar, tetapi juga mengelola belajar siswa. Guru dituntut lebih fleksibel, kreatif, menarik, dan lebih menyenangkan bagi para siswa.

"Kita sering terkaget-kaget anak-anak muda kita mampu belajar secara mandiri. Mereka bisa tahu jauh lebih banyak melalui bantuan teknologi," ucapnya.

Meski demikian, menurut Presiden, hingga kapanpun guru tidak akan pernah tergantikan sebagai sosok yang menanamkan nilai-nilai moral bagi para penerus bangsa. Di tengah tantangan zaman, guru akan tetap menjadi seorang guru.

"Guru tidak bisa digantikan oleh mesin secanggih apapun. Guru adalah profesi mulia yang membentuk karakter-karakter anak bangsa dengan budi pekerti, toleransi, dan nilai-nilai kebaikan. Guru lah yang menumbuhkan empati sosial, membangun imajinasi dan kreativitas, serta mengokohkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa kita Indonesia," kata Presiden. (flo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Anang: Persoalan Guru Honorer akan Menjadi Gunung Es


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler