Kemendikbudristek Tandatangani Kerja Sama dengan 6 Industri & Asosiasi

Sabtu, 21 Mei 2022 – 16:40 WIB
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melakukan kerja sama dengan 6 indutri dan asosiasi. Foto: dok Kemendikbud

jpnn.com, MAGELANG - Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Direktorat Mitras DUDI) merintis kerja sama baru dengan enam DUDI dan satu asosiasi.

Hal itu merupakan upaya untuk meningkatkan ekosistem kemitraan antara satuan pendidikan vokasi dengan DUDI.

BACA JUGA: Gandeng Kemenparekraf dan Kemendikbud, Kemnaker Siapkan SDM Unggul di Mandalika

Penguatan kemitraan antara Kemendikbudristek dengan DUDI diwujudkan melalui penandatanganan dokumen perjanjian kerja sama (PKS) serentak antara Ditjen Diksi dengan enam DUDI dan satu asosiasi.

Kesepakatan tersebut dilakukan oleh Childfund International, PT Komatsu Indonesia, PT Pegadaian, PT Tira Austenite, PT Educa Sisfomedia Indonesia (Gamelab), Oracle Academy, dan PT Commeasure Solutions Indonesia (Reddoorz).

BACA JUGA: Kemendikbud Pikat Delegasi G20 EdWG dengan Keindahan Borobudur & Prambanan

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Wikan Sakarinto mengatakan kemitraan yang dibangun bertujuan untuk mencapai keselarasan sehingga proses pembelajaran relevan dengan kebutuhan dunia kerja, baik di masa kini maupun masa depan.

Pada era yang kian dinamis, kata dia, pendidikan vokasi memiliki posisi strategis dalam mencetak tenaga kerja terampil sesuai standar industri.

BACA JUGA: UP Dapat Dana Hibah Program Penelitian Kebijakan MBKM dari Kemendikbud

“Hari ini sangat berkaitan bahkan berkontribusi pada perekonomian negara," tutur Wikan, pada acara penandatanganan PKS serentak di Magelang, Jawa Tengah (20/5).

Wikan menjelaskan, kalau untuk ketausesuaian memang tidak hanya sekadar penandatangan kerja sama.

“Terlebih, dengan adanya rencana kerja, ini berarti sudah diujicobakan dengan kurikulum baru,” ujarnya.

Tercatat, sebanyak 5.554 SMK atau sekitar 70 persen dari total jumlah SMK di Indonesia menerapkan kurikulum baru.

Ditambah lagi, hadirnya SMK Pusat Keunggulan (PK) akan melatih SMK lainnya untuk berkembang.

“kkami optimistis (kesepakatan serentak) akan menjadi lebih dari sekadar seremonial,” tutur Wikan.

Dirjen Wikan menambahkan, kemitraan dibangun harus diupayakan melalui pola kerja sama yang saling menguntungkan (mutual benefit).

Sebagai penerima manfaat atau pengguna lulusan SDM vokasi, DUDI harus terlibat dan berperan aktif mulai dari proses penyusunan kurikulum yang sesuai kebutuhan pasar hingga teknis penyerapan lulusan vokasi.

Kendati demikian, dia menyebut tantangan yang dihadapi oleh satuan pendidikan vokasi adalah mengejar ketertinggalan baik dari sisi teknologi maupun inovasi.

Karena itu, DUDI bergerak lebih cepat dibandingkan dunia pendidikan.

"Setidaknya dapat mengurangi jarak ketertinggalan tersebut, bahkan targetnya adalah bergerak bersama menyamakan perkembangan industri," Wikan menekankan.

Lebih lanjut, penandatanganan PKS serentak itu sebagai langkah awal penguatan keterampilan teknis (hard skills), keterampilan nonteknis (soft skills), dan pengenalan karakter budaya kerja bagi peserta didik vokasi.

Harapannya, upaya tersebut bisa menajamkan visi agar DUDI dapat berkontribusi dan berkolaborasi secara lebih luas dan maksimal.

"Kami mengharapkan agar hubungan ini dapat berlanjut pada level yang paripurna. Langkah penguatan hubungan merupakan keniscayaan yang wajib dilakukan untuk lebih lanjut mereplikasi implementasi kerja sama," imbuh mantan dekan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada itu.

Adapun sasaran kerja sama yang tercantum dalam PKS merupakan implementasi paket 8+i link and match yang dituangkan ruang lingkup perjanjian yang meliputi penyelarasan kurikulum dengan DUDI, pembelajaran berbasis proyek riil dari industri, peningkatan kompetensi bagi instruktur/guru/dosen, tenaga kependidikan dan peserta didik melalui magang dan pelatihan. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 51 Budaya dari Jawa Tengah Kini Tercatat di Kemendikbud


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler