Kemenko Marves: Target Tol Cisumdawu Harus Selesai Akhir 2021 Sesuai Arahan Presiden

Selasa, 07 September 2021 – 17:17 WIB
Pengoperasian Gerbang Tol Simpang Susun Cileunyi, beberapa waktu lalu. Foto: ilustrasi/Antara.

jpnn.com, JAKARTA - Pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) ditargetkan selesai dan beroperasi pada akhir 2021.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menilai perlu upaya ekstra untuk mencapai target tersebut.

BACA JUGA: Gerbang Tol Cileunyi Bandung Mulai Dipadati Kendaraan

Sebab, selain terkait percepatan pembangunan pada Proyek Strategis Nasional itu, pembebasan lahan juga masih menjadi masalah.

Asisten Deputi Infrastruktur Dasar, Perkotaan, Sumber Daya Air Kemenko Marves Rahman Hidayat mengatakan, berdasarkan hasil kunjungan lapangan, dari 6 seksi yang ada, 4 seksi Jalan Tol Cisumdawu optimis akan selesai dan fungsional pada akhir 2021.

BACA JUGA: Proyek Tol Cisumdawu Bikin Gerbang Tol Cileunyi Terendam Banjir

"Ini harus dituntaskan segera. Semua seksi harus dikebut, walaupun tadi sudah dijelaskan bahwa dari 6 seksi, 4 seksi di antaranya yaitu seksi 1, 2, 3, dan 6 akan selesai pada akhir tahun ini, tapi masih ada seksi 4 dan 5 yang perlu dikebut pengerjaannya dan ini harus segera selesai sesuai arahan Presiden," kata Rahman Hidayat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/9).

Rahman menjelaskan, untuk mencapai keberhasilan percepatan pendanaan lahan Tol Cisumdawu ini, LMAN atau Lembaga Manajemen Aset Negara harus lebih bersinergi lagi dengan pihak-pihak terkait.

BACA JUGA: Rumah Menteri Basuki Hadimuljono pun Terancam Kena Gusur Proyek Tol

"Sangat diperlukan turun ke lokasi dalam mempercepat siklus administrasi," tegasnya.

Tol Cisamdawu yang memiliki panjang 62,01 km merupakan kunci untuk memperlancar akses dari Bandung menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

Dengan beroperasinya semua ruas Jalan Tol Cisumdawu nantinya perjalanan dari Bandung ke BIJB akan ditempuh dengan waktu 60 menit dan akan menghidupkan ekonomi masyarakat setempat melalui lancarnya transportasi darat maupun udara di bagian timur Jawa Barat.

"Jadi jalan tol ini memang kuncinya, apapun yang terjadi kita harus tuntaskan. Karena ini menyangkut Bandara Kertajati dan juga sumber kemajuan ekonomi Jawa Barat," ujar Rahman.

Direktur Teknik PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) Bagus Medi Suarso mengatakan, pembebasan lahan menjadi kendala dalam pembangunan jalan tol itu.

Dari 6 seksi yang ada, seksi 4 dan 5 belum bisa konstruksi secara maksimal.

"Hal itu dikarenakan lokasi lahan bebas masih spot-spot," ungkapnya.

Bagus juga mengatakan saat ini pembebasan lahan untuk seksi 4 baru 67,27 persen, seksi 5A sebesar 79 persen, dan 5B sebesar 68 persen. (mar1/jpnn/antara)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ditunggu, Investor yang Siap Garap Tol Cileunyi-Tasikmalaya


Redaktur & Reporter : Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler