Kemenko Perekonomian Tata Ekosistem Logistik lewat NLE

Kamis, 20 Juli 2023 – 09:44 WIB
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyatakan bahwa capaian tersebut ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi pada Q1-2023 yang sebesar 5,03 persen. Foto: dok Kemenko Perekonomian

jpnn.com, JAKARTA - Kemenko Perekonomian menilai memasuki Triwulan III-2023 ekonomi nasional hingga kini terus menunjukkan eksistensi positif dengan berbagai capaian kinerja fundamental yang solid.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyatakan bahwa capaian tersebut ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi pada Q1-2023 yang sebesar 5,03 persen.

BACA JUGA: Lewat Cara Ini, Bea Cukai Permudah Arus Logistik Ajang Internasional di Indonesia

Adapun tingkat inflasi Juni yang terkendali pada angka 3,52, surplus transaksi berjalan Q1-2023 sebesar 0,8 persen dari PDB, serta diikuti dengan pertumbuhan positif sejumlah indikator perekonomian seperti PMI Manufaktur, Indeks Keyakinan Konsumen, hingga investasi.

Meski demikian, pemerintah juga tetap antisipatif dalam merespons ketidakpastian global pada berbagai sektor yang mampu mempengaruhi kinerja perekonomian.

BACA JUGA: Begini Cara Bea Cukai Menjaga Stabilitas Arus Logistik

Salah satunya, kata Susiwijono, pada sektor logistik sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja sektor logistik tersebut ditunjukkan oleh capaian Logistics Performance Index (LPI) yang pada 2023 sendiri menempati skor sebesar 3,00.

“LPI merupakan alat ukur kita di dalam mengidentifikasi tantangan peluang di dalam logistik perdagangan kemudian beberapa yang diukur ini sebenarnya berdasarkan survei-survei terhadap para pelaku usaha,” ungkap Susiwijono, saat menyampaikan sambutan dalam acara Bincang Stranas PK: Kok Bisa Rapor Logistik Turun Saat Pelabuhan di Indonesia 20 Besar Terbaik Dunia, pada Selasa (18/07) di Kantor Komisi Pemberantas Korupsi (KPK).

BACA JUGA: Tips Mengelola Bisnis Logistik, Cara Mengatasi Kendala hingga Ekspansi

Susiwijono menyebutkan capaian LPI 2023 tersebut menujukkan penurunan dari 2018 yang sebesar 3,15.

Dia menyebutkan beberapa mempengaruhi capaian itu, seperti menurunnya indikator penilaian yang memerlukan partisipasi pihak swasta seperti kompetensi dan kualitas layanan logistik, kemampuan tracking dan tracing, kemudahan layanan pengapalan ke Indonesia, serta frekuensi kesesuaian jadwal waktu barang diterima.

Sedangkan indikator penilaian yang menjadi kontrol pemerintah seperti efisiensi proses clearance oleh Lembaga Pengendali Perbatasan dan kualitas infrastruktur pendukung menunjukkan kinerja yang baik.

Kemenko Perekonomian menilai perlu dilakukan upaya penataan ekosistem logistik melalui penerapan National Logistics Ecosystem (NLE).

NLE merupakan kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak berkaitan dengan arus logistik barang, sistem perbankan, sistem transportasi pergudangan, dan entitas-entitas lainnya yang termasuk di dalam NLE.

NLE, kata dia, telah diimplementasikan secara bertahap hingga 46 pelabuhan pada 2023.

Penerapan NLE tersebut didasarkan pada empat pilar utama yakni perbaikan layanan pemerintah di bidang logstik melalui simplifikasi proses bisnis berbasis elektronik, kolaborasi sistem layanan logistik antarpelaku kegiatan logistik, kemudahan dan fasilitasi pembayaran antar pelaku usaha terkait proses logistik, dan penataan sistem dan tata ruang kepelabuhanan serta jalur distribusi.

Susiwijono mengatakan penerapan NLE ini menjadi salah satu inisiatif pemerintah di bidang logistik yang bisa menjangkau berbagai indikator di LPI tadi.

"Kalau NLE ini bisa 100 persem kita mandatorikan dan bisa efektif, mudah-mudahan bisa memperbaiki keenam indikator LPI tadi,” pungkas Sesmenko Susiwijono.

Selain itu, pemerintah juga terus melakukan upaya lain untuk meningkatkan kinerja LPI Indonesia melalui berbagai kebijakan mulai dari menyelesaikan tindak lanjut hasil Rakortas Menteri terkait NLE.

Kemudian, memperkuat kebijakan dalam Standarisasi Layanan Kepelabuhanan, mendorong perbaikan kinerja Perusahaan Kurir dan Pos, penyempurnaan regulasi.

"Juga, proses bisnis dan sistem terkait implementasi Lartas, API-P & API-U, dan Neraca Komoditas, hingga sosialisasi aturan dan kebijakan kepada pelaku usaha logistik internasional dan domestik," pungkas Susiwijono.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Ketua KPK, Deputi bidang Pencegahan dan Monitoring KPK, Deputi Bidang Perniagaan dan Industri, Kementerian Koordinator bidang perekonomian, Direktur Utama Pelindo, Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Direktur Kepelabuhanan Kementerian Perhubungan, serta Direktur Pengelolaan Layanan, Data, dan Kemitraan LNSW.(jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Elvi Robiatul, Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler