Kemenpar Luncurkan Sayembara Desain Restoran Nusantara 2017

Kamis, 03 Agustus 2017 – 11:22 WIB
Pesona Indonesia. Foto ilustrasi: Kemenpar.go.id

jpnn.com, JAKARTA - Anda seorang arsitek? Desainer rancang bangun interior desain? Buruan ikut Sayembara Desain Restoran Nusantara 2017 yang membangun Restoran di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas.

Kegiatan ini inisiasi Kementerian Pariwisata, BEKRAF, dan PT Propan Raya, yang sudah diluncurkan di Balairung Soesilo Sudarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (2/8).

BACA JUGA: Akses Makin Banyak, Jumlah Kunjungan Wisman Melonjak

Menpar Arief Yahya mengatakan, Sayembara Desain Restoran Nusantara 2017 ini bertujuan untuk membuat desain pada tingkat gagasan.

Ini akan dijadikan sebagai rujukan desain arsitektur nusantara bagi masyarakat dan investor.

BACA JUGA: Pekan Expo Natuna 2017, Pemkab Launching Branding Pariwisata

Dalam membangun restoran di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas, dan hasil sayembara menjadi hak Kemenpar dan Bekraf.

“Misal jika berwisata ke Bali, pasti identik dengan desaign restoran yang ada di bali. saat Berwisata ke Sumatera Barat bangunan rumah khas Sumatera Barat juga asangat identik. Sayembara ini juga untuk mendukung pengembangan amenitas (fasilitas) pariwisata sebagai salah satu dari 3 aspek pengembangan pariwisata 3A yaitu atraksi, aksesibilitas, dan amenitas,” ujar Arief.

BACA JUGA: Peserta Kongres Pediatrics Internasional di Jogja Bakal Diajak Napak Tilas Obama

Menpar Arief mengatakan, inisiasi itu merujuk kesuksesan Sayembara Desain Homestay Nusantara pada 2016 yang kelak menjadi daya tarik tersendiri di destinasi wisata prioritas.

"Serta mendukung program Kemenpar dalam mengembangkan 10 destinasi pariwisata prioritas sebagai ‘Bali Baru” seperti yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo,” ujar Arief Yahya yang didampingi pemilik PT Propan Raya Hendra Adidarma, saat peluncuran Sayembara Desain Restoran Nusantara 2017.

Lantas apa saja kriteria sayembara? Siapa saja yang boleh ikut sayembara ini? Pria asal Banyuwangi ini menjelaskan, kriteria sayembara mencakup beberapa faktor.

Seperti desain bangunan harus mengambil inspirasi kelokalan yaitu aspek eksterior dan interior.

Lalu desain bangunan harus memerhatikan aspek ramah lingkungan (Green Building/ecofriendly).

Berikutnya konsep perancangan menggunakan material lokal/daerah setempat.

“Tidak hanya itu saja pengaturan tata ruang yang fungsional, efisien sesuai ketentuan operasional restoran, higienitas, sanitasi, dan keamanan harus diperhatikan, hal yang paling penting juga yaitu sistem pengolahan limbah harus baik. Identitas kuliner lokal (autentik) dan penyajian, serta suasana (ambiance) budaya setempat,” ujarnya.

Sementara itu Yuwono Imanto, Direktur Propan Raya juga selaku panitia pelaksana sayembara mengatakan, antusiasme peserta untuk berpartisipasi dalam Sayembara Desain Restoran Nusantara kali ini diharapkan bisa melebihi Sayembara Desain Homestay Nusantara tahun lalu.

Sayembara setahun lalu itu sudah merai Piagam Penghargaan Museum Rekor - Dunia Indonesia (MURI) atas Rekor Sayembara Desain Arsitektur Rumah Wisata Nusantara dengan karya terbanyak.

Sayembara Desain Restoran Nusantara 2017 ini bersifat terbuka bagi sarjana arsitektur, baik anggota IAI maupun bukan anggota IAI, baik perorangan maupun kelompok/tim.

Sebanyak 30 finalis akan mendapatkan hadiah total Rp 1 miliar. Untuk pemenang pertama mendapatkan hadiah sebesar Rp 50 juta, pemenang kedua Rp 30 juta, dan ketiga Rp 20 juta.

Pendaftaran bisa dilakukan melalui alamat email arsitekturnusantara.propanraya.com.

Juri Kehormatan dalam sayembara ini antara lain Yori Antar (Arsitek Profesional), Eko Alvares (Arsitek Profesional), Hary Santosa Sungkari (Deputi Bidang Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif), Joko suyono (Praktisi dan Akademisi bidang restoran), Haryadi BS Sukamdani (Ketua Pengusaha Hotel dan Restoran), dan Frans Teguh (Kementerian Pariwisata).

Menurut rencana pemberian penghargaan ISTA 2017 dan pengumuman pemenang Sayembara Desain Restoran Nusantara 2017 dilaksanakan pada September 2017 di Jakarta, dalam rangkaian kegiatan Hari Pariwisata se-Dunia (World Tourism Day) diperingati sebagai Hari Pariwisata Nasional.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kapal Phinisi Kemenpar Pamerkan Destinasi Diving di AIDE Sydney


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Kemenpar  

Terpopuler