Kemenperin: PT Sritex Membawa Angin Segar di Tengah Pandemi

Kamis, 10 Februari 2022 – 21:40 WIB
Impor tekstil. ILUSTRASI. Foto: Humas Bea Cukai

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengapresiasi langkah PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), yang sukses merampungkan restrukturisasi dengan kreditur, hingga homologasi.

Kemenperin menilai Sritex membangkitkan optimisme industri tekstil, terutama di tengah pandemi, yang berdampak besar terhadap dunia usaha.

BACA JUGA: Bongkar Perselingkuhan Lukman Azhari, Medina Zein: Bilang ke Jakarta gak Tahunya..

"Kami mengapresiasi Sritex atas keberhasilannya dalam restrukturisasi. Ini menjadi angin segar bagi industri tekstil di tanah air," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Terlebih, Sritex merupakan salah satu industri tekstil terbesar yang integrated dari hulu ke hilir.

BACA JUGA: Panja Vaksinasi Diminta Lebih Serius Bekerja

"Dengan produk tekstil terintegrasi dan terbesar di Indonesia, maka keberhasilan PT Sritex dalam menghadapi tantangan restrukturisasi ini juga mengindikasikan kepercayaan para pemangku kepentingan global atas kemampuan industri TPT Indonesia," jelasnya.

Agus menambahkan, pemerintah selama ini melakukan berbagai langkah agar dunia industri dapat bertahan di kala pandemi.

BACA JUGA: Lepas Hijab dan Pamer Bahu Mulus, Medina Zein: Inilah Aku Sekarang

"Pemerintah terus menjaga iklim investasi dan usaha industri TPT melalui kebijakan strategis. Baik berupa insentif fiskal maupun non-fiskal, untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19," tegasnya.

Inilah alasan Kemenperin sangat antusias dengan hasil perjuangan Sritex yang dapat mempertahankan operasionalnya meskipun sedang restrukturisasi.

Menurut Agus, efek dari keberhasilan Sritex berdamai dengan kreditur berdampak positif lebih luas.

"Dengan selesainya proses restrukturisasi (Sritex), industri TPT pantas disebut sebagai sunrise industry, bukan sunset. Didukung lagi dengan kebijakan yang dapat menjadi stimulus bagi perusahaan," ujarnya.

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) juga merespons positif pencapaian Sritex.

Komitmen investasi para pengusaha menunjukkan keyakinan terhadap sektor tekstil, dan dukungan dari sektor perbankan.

"Titik balik Industri TPT di tahun 2022 akan ditandai dengan meningkatnya investasi di industri tekstil yang bisa mencapai USD 900 juta dalam periode 2022-2023," ucap Ketua API, Jemmy Kartiwa Sastraatmaja.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler