Kemensos Bantu Aktivasi Akses Perawatan Medis Anak PMI Penderita Gangguan Jantung

Selasa, 21 Juni 2022 – 05:53 WIB
Nia tengah menemani sang putri, Salsa Ramayanti di UPT Kemensos Sentra Handayani di Jakarta. Salsa tengah menjalani pengobatan karena gangguan jantung yang dialaminya sejak kecil. Foto: Dokumentasi Kemensos

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) membantu dan memberikan pendampingan selama proses pemulangan 34 pekerja migran Indonesia bermasalah (PMIB) dari Arab Saudi.

Hal ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Menteri Sosial Tri Rismaharini ke Arab Saudi, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Kemensos Dorong Sentra Mulya Jaya Rutin Gelar Kegiatan Posyandu, Ini Tujuannya

Salah seorang PMIB bernama Nia (40) diketahui tengah menghadapi masalah.

Sang anak, Salsa Ramayanti (8) didiagnosa mengidap gangguan jantung.

BACA JUGA: Kemensos Beri Bantuan Rumah dan Listrik, Hidup Mirah Kini Makin Terang dan Berwarna

Melalui asesmen dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemensos, yakni Sentra Handayani di Jakarta, diketahui Nia mengalami kendala dalam pengobatan Salsa.

“Penyebabnya karena ketiadaan biaya. Kartu BPJS Kesehatan yang dimiliki tidak terbayar dan jumlah tunggakannya cukup besar,” kata Kepala Sentra Handayani Anna Puspasari, Senin (20/6).

Untuk membantu kesulitan Nia, Sentra Handayani telah menjemput dan membuka akses layanan kesehatan Salsa agar mendapatkan penanganan lebih intensif.

Kemensos juga membayarkan tunggakan BPJS agar Salsa bisa melanjutkan pengobatan penyakit jantungnya.

Kini warga Kabupaten Purwakarta tersebut tinggal di Sentra Handayani Jakarta sambil menunggu pengaktifan kembali layanan BPJS-nya.

“Salsa harus segera diberikan perawatan medis karena sudah sangat mengkhawatirkan. Kami harus bantu juga pengurusan BPJS, keanggotaan PKH, serta keberlanjutan pendidikannya,” kata Anna.

Sentra Handayani juga memberikan bantuan modal kewirausahaan berupa usaha sosis bakar dan bakso goreng.

“Ibu Nia akan meneruskan kegiatan wirausaha di Sentra Kreasi Atensi (SKA) Bambu Apus. Pertimbangannyaa agar Nia juga bisa mendampingi Salsa dalam menjalani pengobatan,” terang Anna Puspasari.

Atas berbagai bantuan dan kemudahan dari Kemensos, Nia menyampaikan ucapan syukur dan terima kasih.

“Alhamdulillah, akhirnya saya bisa bawa anak saya ke Jakarta untuk berobat dibantu oleh Kemensos. Selama ini saya bingung. Terima kasih Kemensos,” ucap Nia.

Permasalahan Nia tidak lepas dari pendampingan selama proses pemulangan 34 PMIB dari Arab Saudi.

Seluruh UPT milik Kemensos langsung melakukan proses asesmen untuk mengetahui identitas, kondisi, serta kebutuhan PMIB.

Sentra Handayani di Jakarta melakukan asesmen terhadap beberapa PMIB yang berdomisili dari Kabupaten Karawang dan Purwakarta.

Nia adalah PMIB dari Purwakarta yang sudah 4 kali pulang pergi bekerja di Arab Saudi.

Wanita itu memiliki 3 anak, satu di antaranya sudah menikah dan Salsa anak ketiga.

Suami Nia bekerja sebagai petani dan pekerjaan serabutan lainnya.

Nia tidak ingin kembali bekerja di luar negeri karena kondisi fisik Salsa yang kian mengkhawatirkan.

“Saya kapok,” kata Nia saat ditanya adakah keinginan kembali bekerja di luar negeri.

Salsa diketahui mengidap gangguan jantung sejak berusia 3 tahun.

Dia sering terlihat terengah-engah saat bernapas, tidak bisa bermain seperti anak lainnya karena ia akan merasa lemas apabila terlalu banyak beraktivitas.

Dari hasil pemeriksaan ke Puskesmas, terdapat flek pada jantung Salsa.

Salsa pernah mengalami demam tinggi, mulut dan kuku membiru, serta kesulitan bernapas saat usia 5 tahun karena tidak mendapatkan perawatan intensif.

Ayahnya memeriksakan Salsa ke rumah sakit dengan memanfaatkan layanan kartu BPJS berbayar setiap bulannya.

Dokter menyatakan Salsa harus segera diberikan tindakan operasi.

Namun, karena kurang lengkapnya peralatan medis di RS, dokter menyarankan Salsa dirawat secara intensif di RS Jakarta dengan peralatan memadai.

Terkendala biaya, membuat proses perawatan Salsa tidak berlanjut, terlebih setelah iuran BPJS tidak terbayar.

Saat ini perkembangan fisik Salsa kurang optimal.

Berat badannya kurang, sering merasa lemas, dan tidak bisa beraktifitas secara maksimal tanpa bantuan orang lain.

Tindakan selanjutnya, Sentra Handayani juga akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar Salsa tetap memperoleh pendidikan meski dengan kondisi dan keterbatasan yang dimilikinya. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler