Kementan Dorong Pelaku Usaha Perkebunan Perkuat Branding Produk, Ini Tujuannya

Jumat, 11 Agustus 2023 – 15:15 WIB
Pelaku usaha perkebunan disarankan memperkuat branding produk agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Foto: ilustrasi/Dokumentasi Humas Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) terus giatkan agar komoditas perkebunan tidak hanya dikerjakan pada aktivitas on farm saja, tetapi juga harus dikembangkan off farm, melalui hilirisasi produk perkebunan.

Salah satu komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan potensi pasar hingga ekspor adalah kakao.

BACA JUGA: Inilah Aksi Adaptasi Mitigasi Kementan untuk Pertanian Hortikultura, Simak

Minang Kakao, produk olahan kakao milik PT Pengelola Aset Islami Indonesia bermitra dengan Kelompok Tani Saiyo, Selayo Kabupaten Solok Sumatera Barat, berhasil meraih omset pertahun sebesar Rp 1,1 miliar.

“Produk kami dibuat menggunakan bahan baku premium, selain organik (tersertifikasi) halal dan sudah BPOM, bahan baku biji kakao yang digunakan merupakan bahan baku terbaik," kata Arsil, selaku Co-Founder & General Manager Minang Kakao.

BACA JUGA: Mentan SYL Salurkan KUR Petani Milenial Rp 10 M di Sulsel

Biji kakao yang digunakan sudah difermentasi supaya rasa dan wangi cokelat yang dihasilkan lebih kuat dan strong.

"Biji kakao juga di sortir, dalam mengolah menjadi cokelat menggunakan bahan baku yang natural dan tidak menggunakan bahan kimia tambahan,” terangnya.

Arsil menceritakan kisahnya, sejak 2017 menekuni pengembangan kakao hingga kini berhasil mengeluarkan beragam produk olahan kakao.

Dari luas kebun garapan sendiri seluas 120 hektare, memproduksi sebanyak 500 kg hingga 1 ton per hektare.

“Kami juga melakukan pelatihan kepada para pekebun disekitar kebun sendiri,” sebutnya.

Arsil mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara terbesar penghasil kakao, dan Sumatera Barat merupakan salah satu daerah potensial untuk dilakukan budidaya kakao karena kakao di daerah tersebut dikenal mempunyai cita rasa khas tersendiri.

"Kami memperoleh bahan baku kakao dari kebun sendiri dan penyerapan dari kelompok tani mitra," kata Arsil.

Dia menyebutkan produk turunan yang dhasilkan ada cocoa mass (Massa Kakao), cocoa nibs, cocoa butter, cocoa powder, cocoa liquor, hingga aneka varian chocolate.

"Produk kami sudah terjual melalui online store, reseller, toko-toko organik, ranch market, freshmarket, dan foodhall,” jelasnya.

Dia menilai prospek kakao ke depannya sangat menjanjikan.

Arsil yakin kakao Indonesia bisa menjadi lebih besar paling tidak bisa setara kopi seperti sekarang.

"Kopi Indonesia sudah mendunia dan terkenal dimana-mana sehingga pada akhir nya seluruh pemangku kepentingan dari kakao, mulai dari pekebun sampai produsen bisa mendapatkan manfaat yang bagus dari kakao,” ujarnya.

Lebih lanjut Arsil mengatakan perlunya mem-branding diversifikasi produk turunan sehingga menghasilkan kesan atau image positif terhadap produk hasil tanaman perkebunan.

Manfaat kesehatan dari cokelat merupakan branding yang dolakukan dalam diversifikasi produk cokelat.

"Salah satu konsep utama dalam membuat produk di Minang Kakao adalah menghasilkan produk yang baik untuk kesehatan,” ujar Arsil.

Dia berterima kasih banyak kepada Kementerian Pertanian khususnya Ditjen Perkebunan, karena selama ini sangat didukung.

Dia menilai Ditjen Perkebunan Kementan juga membantu branding, dan pemasaran produk Minang Kakao, baik untuk pemasaran lokal melalui beraneka event baik lokal dan ekspor.

"Kami berharap semoga lebih banyak event-event lokal maupun internasional yang bisa kami ikut berpartisipasi, karena proses branding sangat penting untuk men scale up usaha kami,” harapnya.

Direktur Jenderal Perkebunan Andi Nur Alam Syah mengungkapkan potensi produk turunan perkebunan sangat besar di pasar global.

Untuk itu perlunya membangun citra, keyakinan, jaminan kualitas dan prestise terhadap produk turunan perkebunan.

"Branding produk yang kuat akan membuat produk perkebunan kita menjadi mudah diingat, dikenal dan pastinya akan melejit di pasaran," tegas Dirjen Andi. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler