Kementan-IPB Bangun Pertanian Berbasis Sains dan Teknologi

Rabu, 04 Desember 2019 – 17:04 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo bersama Rektor IPB Arif Satria. Foto: Humas Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyatakan bahwa dirinya merupakan bagian dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Hal ini dikatakan Syahrul saat menghadiri Forum Silaturahmi Alumni (FSA) V IPB 2019 di Auditorium Gedung A Kementan, Selasa (3/12).

Syahrul menuturkan, Kementan harus membuka sekat dengan pihak lain, termasuk pihak kampus. Karena pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang memposisikan stakeholdernya sebagai partner.

BACA JUGA: Kementan dan BPS Sepakati Satu Data Peternakan dan Kesehatan Hewan

“Akan menjadi luar biasa seandainya mereka mampu menerjemahkan kebutuhan masyarakat dan mengakselerasinya, sehingga secara bersama mampu keluar dari tantangan yang ada," ujar Syahrul.

Syahrul menambahkan bahwa selama ini Indonesia dihadapkan oleh berbagai tantangan, ditambah pertambahan penduduk yang tinggi.

BACA JUGA: Kementan dan Alumni IPB Dorong ABGC untuk Pembangunan Pertanian

"Oleh karena itu teknologi menjadi penting. Termasuk konsepsi dan manajemen pertanian dari hulu hingga hilir. Dalam gambaran idealita saya, ekosistem industri pertanian itu seperti piramida terbalik. Pelaku usaha, BUMN berada di atas. Sementara pemerintah selaku fasilitator berada di bawah," ujarnya.

Syahrul secara terbuka mengharapkan dukungan dari IPB guna mengatasi losses cara kerja, manajemen waktu dan pascapanen yang mencapai 10-15 persen.

"Kami butuh dukungan riset untuk menuntaskan persoalan itu. Bagaimana losses itu bisa kita tekan menjadi 3 persen, paling tinggi 5 persen. Sehingga bisa meningkatkan produktivitas dan memberikan margin besar bagi petani," tandas Syahrul.

Rektor IPB Arif Satria mengungkapkan bahwa Indonesia sekarang menghadapi era ketidakpastian dan volatilitas yang tinggi. Oleh karena itu semua pihak harus menata masa depan termasuk pertanian.

"Kolaborasi adalah kunci, dan kolaborasi menuntut trust, kepercayaan sehingga akan terjadi sinergi. Tapi semuanya itu masih butuh satu hal lagi, yaitu integrity," kata Arif. (cuy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler