Kementerian ESDM Beberkan Penyebab Longsor Pangalengan

Rabu, 06 Mei 2015 – 17:43 WIB
ilustrasi jpnn

jpnn.com - JAKARTA - Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Rida Mulyana membeberkan penyebab longsor di Kampung Cibitung, Kecamatan Pangalengan, Bandung, Jawa Barat, Selasa (5/5) kemarin.

Rida membantah longsor tersebut disebabkan adanya aktivitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Menurut Rida, ledakan bukan terjadi karena patahnya pipa.

BACA JUGA: Gara-gara Longsor Pengalengan, PLN Kehilangan 227 Megawatt

"Tapi karena tekanan sepuluh bar. Kalau tidak salah itu yang membuat suara ledakan dan tanah yang menimbun pipa berhamburan," ujar Rida saat menggelar jumpa pers di kantornya, Jakarta, Rabu (6/5).

Rida menambahkan, Badan Geologi Kementerian ESDM sudah memberi peringatan sebelum musibah tersebut terjadi. Menurut Rida, kondisi tanah di wilayah tersebut labil sehingga pemukiman perlu direlokasi.

BACA JUGA: DPR Dukung Daerah Otonom Baru Balanipa

Namun, sebelum direlokasi, tanah selebar 500 meter tersebut sudah terlanjur longsor. Akibatnya, longsoran tersebut menimpa rumah penduduk dan pipa pemasok uap panas bumi ke PLTP Wayang Windu yang dioperasikan PT Star Energy.

Rida menilai, selain kondisi yang labil, tanah longsor tersebut terjadi karena andil masyarakat sekitar yang menyulapnya menjadi perkebunan. Padahal, lahan di sana kurang cocok untuk pertanian. “Komposisi tanah tanah vukanik labil. Di lokasi itu pohon jarang akibat dialih fungsikan ke pertanian," tegas Rida. (chi/jpnn)

BACA JUGA: Juara Bertahan asal Perancis Dapat Saingan Berat di ITdBI

 

 

 

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Cari Batu Akik, Ketemunya Granat Nanas


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler