Kemnaker Siapkan Langkah Mengantisipasi Urbanisasi Pascalebaran

Minggu, 23 Mei 2021 – 19:30 WIB
Menaker ida Fauziyah dan jajaran antisipasi fenomena urbanisasi pascalebaran. Foto: Humas Kemnaker

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah mengantisipasi fenomena urbanisasi yang terjadi pascalebaran. Hampir tiap tahun, para kaum urban akan menjadikan kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Medan, dan Surabaya sebagai tujuan utama mencari kehidupan baru.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, kota-kota besar masih menjadi magnet bagi para pencari kerja. Tetapi, sebagian besar dari mereka yang datang dari desa ke kota tidak dibekali keterampilan kerja yang memadai.

BACA JUGA: Menaker Ida: Borobudur Jadi Proyek Percontohan BLK Komunitas Sektor Pariwisata

"Kita tidak ingin urbanisasi menimbulkan masalah baru karena ketiadaannya keterampilan pekerja yang dibutuhkan pasar kerja,” kata Menaker Ida di Jakarta, pada Minggu (23/5).

Menurut Ida, pemerintah pusat maupun daerah tidak menghendaki urbanisasi yang tiap tahun terjadi hanya melahirkan masalah baru, seperti meningkatnya angka pengangguran. Untuk itu, warga yang mau mencari kehidupan baru ke kota hendaknya punya keterampilan kerja yang memadai agar cepat terserap pasar kerja.

BACA JUGA: Ada Kasus Korupsi Pengadaan Bebek Senilai Rp 8,5 Miliar, Penyidik Sedang Bergerak

Sebagai salah satu mitigasi dalam mengantisipasi urbanisasi, kata Ida, Kemnaker telah, sedang, dan akan terus menggulirkan program peningkatan kompetensi agar masyarakat memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Beberapa program itu antara lain berupa pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja (BLK), pelatihan peningkatan produktivitas, sertifikasi kompetensi, dan bursa kerja online (job fair). Berbagai pelatihan itu dapat diakses masyarakat dengan mendaftarkan diri ke BLK Kemnaker dan BLK di daerah.

BACA JUGA: Innalillahi, Pesepeda Ini Meninggal saat Uji Coba Road Bike di JLNT Casablanca - Tanah Abang

“Melalui berbagai program ini, kami inginkan agar masyarakat memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri yang ada di daerah masing-masing, sehingga tidak perlu mencari pekerjaan ke kota-kota besar,” katanya.

Menaker Ida Fauziyah mengatakan, program-program yang telah dilakukannya tidak hanya bertujuan agar masyarakat menjadi pekerja di perusahaan, tetapi juga menjadi wirausahawan, sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan yang baru.

Dalam upaya memperbanyak penciptaan wirausahawan, pihaknya telah melakukan program-program seperti pelatihan wirausaha baru, padat karya,  jaring pengaman sosial dan inkubasi bisnis.

“Kami juga mendukung lahirnya produk-produk kreatif industri kecil yang pada akhirnya dapat membantu masyarakat dan menjadi kekuatan ekonomi baru di daerahnya,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Kemnaker juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan perencanaan ketenagakerjaan sehingga supply dan demand pekerja dapat dipetakan dengan baik. Selain itu mendorong pembangunan di pedesaan.

“Lapangan kerja dan kesempatan kerja baru harus diciptakan di kawasan pedesaan untuk mengurangi pengangguran. Dengan demikian, perekonomian pedesaan akan semakin maju dan dapat mengurangi arus urbanisasi ke kota-kota besar,” ujar Ida.

Menurut Menaker Ida, pembangunan di pedesaan membutuhkan komitmen dari masyarakat dan aparat desa yang memiliki potensi sumber daya ekonomi, akses informasi dan pemasaran produk serta ketersediaan infrastruktur jalan, air, dan listrik. (*/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler