Kenali dan Cegah Wasting, Gizi Buruk Pada Anak

Sabtu, 17 Februari 2024 – 03:07 WIB
Anak-anak (Ilustrasi). Foto: dok Wonderkids.

jpnn.com, JAKARTA - Sakatonik ABC berkomitmen membantu memenuhi kebutuhan multivitamin untuk anak-anak di usia pertumbuhan dan pada masa penyembuhan setelah sakit.

Sakatonik ABC juga terus berupaya membantu mengedukasi dan mengkampanyekan persoalan pentingnya menekan angka gizi buruk di Indonesia, dalam hal ini wasting yang masih belum banyak diketahui oleh khalayak.

BACA JUGA: Dukung Kemajuan Telekomunikasi di Indonesia, Jasindo Hadirkan Asuransi Satelit

Dengan mensosialisasikan mengenai wasting, diharapkan para Ibu dapat memaksimalkan tumbuh kembang anak-anak mereka.

Persoalan wasting tidak dapat dianggap sepele karena jika penanganannya terlambat dapat berakibat fatal hingga menyebabkan kematian.

BACA JUGA: Sun Life Indonesia Ajak Generasi Muda Wujudkan Mimpi Berwirausaha

Untuk mengantisipasi hal ini, tentunya orang tua perlu dibekali pengetahuan mengenai apa itu wasting untuk mengenali gejalanya dan bagaimana cara mengantisipasinya.

“Wasting berbeda dengan Stunting. Kalau Stunting kita bicara tentang tinggi badan sedangkan Wasting soal berat badan. Tidak seperti Stunting yang prosesnya kronis sampai kejadian, wasting ini bisa saja terjadi dalam waktu yang lebih singkat. Misal, anak sakit, diare, muntah-muntah. Lalu bisa juga karena asupan kalori jauh dibawah kebutuhan anak," ujar dr Miza.

BACA JUGA: Kaniz, Anak Petani yang Lulus CPNS Penjaga Tahanan Kejaksaan

dr. Miza Afrizal, SpA memaparkan tentang apa yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya Wasting pada anak, yaitu melalui Metode ABC.

A: Asupan yang cukup. Berikan asupan nutrisi sesuai kebutuhan kalori harian anak, ingat utamakan protein hewani seperti daging, ayam, ikan dan lain-lain.

B: Berikan makanan yang berkualitas dan terjaga kebersihannya agar  nutrisinya lengkap. Jika diperlukan berikan suplementasi vitamin tambahan.
C: Cek berkala berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala anak. Idealnya satu bulan sekali hingga anak berusia dua tahun dan minimal tiga bulan sekali untuk anak di atas dua tahun. Tak lupa juga untuk mengecek apakah status imunisasi anak sudah lengkap sesuai umurnya.

Cara pencegahannya, para orang tua dapat melakukan upaya-upaya antisipasi agar anak-anak mereka terhindar dari wasting.

Selain pemenuhan nutrisi, untuk tetap dapat menjaga kesehatan anak dapat juga dilakukan dengan memberikan multivitamin tambahan secara rutin bila diperlukan, agar nafsu makan akan tetap terjaga sehingga meningkatkan sistem imun mereka.

Dengan daya tahan tubuh yang baik, anak juga memiliki kesempatan untuk dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal.

Dengan kandungan vitamin A, B, C, D, dan E, Sakatonik ABC membantu menjaga kesehatan anak-anak dan membantu memenuhi kebutuhan multivitamin untuk anak-anak di usia pertumbuhan dan pada masa penyembuhan setelah sakit.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler