Kenali Jenis Sakit Perut dan Cara Menanganinya

Sabtu, 28 Januari 2017 – 14:14 WIB
Ilustrasi

jpnn.com - jpnn.com - Mulai sekarang, jangan sepelekan bila perut Anda sakit dan nyeri secara tiba-tiba. Sebab jika tidak ditangani secara serius, maka hal ini bisa mengakibatkan komplikasi lebih berat pada organ lainnya di dalam perut.

Mungkin selama ini Anda sering mengartikan rasa nyeri atau sakit pada perut disebabkan maag atau diare, namun nyatanya hal itu sama sekali tidak benar.

BACA JUGA: Perut Terasa Panas? Cek Penyebabnya di Sini

Berikut beberapa penyebab nyeri perut, seperti dilansir laman Prevention, Kamis (26/1).

1. Asam reflux.

Jika Anda merasakan sensasi terbakar pada perut, perut bagian atas atau dada setelah makan, maka itu bisa jadi adalah asam refluks.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Gastroenterology, sekitar 20 persen dari populasi di AS mengalami gejala refluks asam mingguan, sementara statistik dari U.S. Healthcare Cost and Utilization Project menemukan bahwa 60 persen orang dewasa U.S akan memiliki gejala pada satu titik dalam hidup mereka.

Makan makanan pedas dan berbaring segera setelah makan, bisa membuat ketidaknyamanan lebih buruk.

Asam reflux bisa diobati dengan obat-obatan OTC, tetapi jika ada gejala tambahan, seperti kesulitan menelan atau penurunan berat badan yang tidak disengaja atau Anda mengalami anemia, kunjungi dokter Anda.

2. Gangguan pencernaan.

Jika secara teratur mengalami sakit perut, kembung dan mual setelah makan besar, Anda mungkin mengalami dispepsia alias gangguan pencernaan. Seperti refluks asam, mereka juga bisa diobati dengan obat-obatan OTC.

3. Irritable bowel syndrome.

Kondisi ini bisa datang dalam bentuk diare, sembelit atau campuran keduanya. IBS sebenarnya cukup umum. Menurut International Foundation for Gastrointestinal Disorders, antara 25 dan 45 juta orang di AS memiliki IBS.

Sayangnya, para ahli tidak tahu persis apa yang menyebabkan IBS.

Tapi IBS lebih umum pada wanita dibandingkan pada pria. Terlepas dari itu, jika Anda memiliki gejala aneh, seperti buang air besar di malam hari, demam, anemia dan penurunan berat badan tiba-tiba, Anda harus mencari perhatian medis dan berbicara dengan dokter.

4. Functional constipation.

Dengan kata lain, kesulitan konsisten dalam buang air besar. Pada wanita, kadang-kadang ada tanda disfungsi dasar panggul (inkoordinasi antara dasar panggul dan otot dubur) dan bisa diobati dengan terapi fisik.

5. Nyeri dinding abdomen.

Jika rasa sakit Anda berada di lokasi tertentu daripada di seluruh perut, Anda mungkin menderita sakit dinding perut yang empat kali lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria.

Hal ini menurut sebuah studi dalam jurnal Clinical Gastroenterology Hepatology.

Menurut UNC Pusat GI Fungsional dan Gangguan Motilitas, hal ini biasanya disebabkan oleh kompresi saraf di perut.(fny/chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler