Kenapa Harus Carlo Ancelotti yang Melatih Real Madrid?

Rabu, 02 Juni 2021 – 08:08 WIB
Carlo Ancelotti saat memberikan gelar juara Liga Champions untuk Real Madrid. Foto: realmadridcom

jpnn.com, MADRID - Buat Madridista, sosok Carlo Ancelotti gampang diingat.

Don Carlo yang memutus puasa gelar Real Madrid di Liga Champions sejak 2002.

BACA JUGA: Mendadak Ancelotti Berada di Posisi Paling Atas

Pada 2013-14, Ancelotti membawa Real memenangi Liga Champions. Itu gelar ke-10, La Decima.

Pada 2015, Ancelotti tangan kosong, tak memberikan trofi buat Real. Dia pun dipecat.

BACA JUGA: 9 Masalah Sensitif Buat Siapa pun Pelatih Baru Real Madrid

1 Juni 2021, Real mengumumkan bahwa Carlo Ancelotti menjadi pelatih tim utama klub, mengisi kursi yang ditinggal Zinedine Zidane, mantan asistennya saat melatih Real di periode pertama.

Pelatih berusia 61 tahun itu diikat untuk tiga musim ke depan. Ya, mungkin kalau tak memberikan trofi, tinggal dipecat lagi.

BACA JUGA: Ini Profil David Alaba, Pemain Baru Real Madrid Sarat Penghargaan

"Real Madrid mengumumkan bahwa Carlo Ancelotti akan menjadi pelatih tim utama klub untuk tiga musim ke depan," bunyi pernyataan Real.

Ancelotti memutus kontraknya bersama Everton yang sejatinya masih tersisa tiga tahun lagi.

"Everton ingin mengucapkan terima kasih kepada Carlo atas jasanya kepada klub selama 18 bulan terakhir. Kami akan segera memulai proses penunjukan manajer baru dan akan memberikan pembaruan pada waktunya," bunyi pernyataan pihak Everton.

Ancelotti mungkin bukan pilihan utama direksi Real Madrid.

Massimiliano Allegri, Mauricio Pochettino, Raul Gonzalez, Xabi Alonso bahkan Antonio Conte, semuanya telah dikaitkan dengan Real setelah kepergian Zidane.

Namun, Ancelotti yang datang.

Sejak meninggalkan Real Madrid di periode pertama lalu, Don Carlo telah melatih Bayern Muenchen, Napoli dan Everton.

Seperti Zidane atau Vicente del Bosque, pelatih asal Italia itu selalu dikenal sebagai pelatih yang mantan pemain, yang dapat terhubung dengan para pemainnya dengan mudah.

“Saya memutuskan untuk pergi (dari Everton) karena saya memiliki tantangan baru dengan tim yang selalu ada di hati saya, Real Madrid," kata Ancelotti.

"Saya pergi dengan membawa semua momen luar biasa. Saya mendoakan yang terbaik untuk klub dan penggemar Everton," imbuhnya. (mc/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler