Kepala BKD Minta Honorer K2 Sabar

Minggu, 30 Agustus 2015 – 00:06 WIB
Honorer. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - MANOKWARI -    Kepala Badan Kepagawain Daerah (BKD) Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Anton Renyaan berharap para tenaga honorer yang belum diangkat menjadi CPNS agar bersabar.

Pernyataan ini menanggapi aksi honorer K2 yang tidak lulus, yang memalang kantor BKD setempat,  di Jalan Percetakan Sanggeng, Jumat (28/8).

BACA JUGA: Kontainer Sambar Tiang Listrik, 2 Mobil Ringsek

Para honorer ini berunjuk rasa menuntut BKD memperjuangkan nasib mereka agar mendapatkan SK CPNS seperti honorer lainnya yang sudah lulus.

 Aksi pemalangan yang berlangsung siang hari ini menarik perhatian warga sekitar. Pintu kantor ditutup dengan tripleks serta bambu. Aparat  kepolisian memberikan pemahaman bagi para pendemo tersebut agar tetap tenang tidak melakukan hal-hal yang merugikan.

BACA JUGA: Begini Hasilnya Kalau Pacaran di Tempat Gelap

Kapolsek Kota Manokwari Kompol Herminto mencoba melakukan negosiasi dengan para pendemo agar mau melepas  palang. “Kami dari pihak kepolisian juga akan membantu untuk berkoordinasi bersama pihak terkait untuk menyelesaikan permasalahn ini,” ujar Kapolsek.

 Setelah mendapat penjelasan, palang Kantor BKD Kabupaten Manokwari akhirnya kembali dibuka. Namun dalam pembukaan palang tersebut, situasi kantor tersebut sempat menegang, dimana para pegawai dan beberapa tenaga kerja honorer merasa tidak terima kantornya dipalang terus-menerus. Adu mulut kembali terjadi dan nyaris menimbulkan adu jotos. Berkat negosiasi antara pihak kepolisian membuat situasi kembali normal.

BACA JUGA: Warga Obrak-Abrik Warung Kopi Plus-plus di Bukittinggi

 Hengky Aronggear, salah satu honorer menyatakan, ia dan tenaga honorer lainnya melakukan aksi pemalangan supaya ada perhatian pemerintah. Ia menuntut pemerintah daerah dapat memperjuangkan nasib honorer yang sudah lama mengabdi tapi belum juga diangkat jadi PNS.

‘’Kami yang belum lolos ini, nasib kami bagaimana sehingga kami mau kejelasan dari pihak BKD. Mereka harus perjuangkan nasib kami ke Menpan,” kata Hengky Aronggear, koordinator aksi.

Aronggear  meminta agar pihak BKD selaku pemerintah daerah dan DPRD Manokwari dapat memfasilitasi perwakilan honorer menyampaikan tuntutan ini langung ke Men PAN di Jakarta sehingga diperoleh kejelasan. ‘’Kami sudah lama mengabdi tapi belum juga diangkat,’’ katanya.

Sebelumnya, di Manokwari terdapat 770 tenaga kerja honorer yang mengikuti seleksi tes CPNS Kategori kedua (K2). Dari jumlah tersebut, yang dinyatakan lulus hanya 552, sehingga para tenaga kerja honorer yang dinyatakan tidak lulus tersebut meminta agar pihak pemerintah daerah, DPR dapat memfasilitasi mereka untuk bertemu dengan Men PAN-RB.(lm/sam/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mobil Hilang saat di Parkir Depan Rumah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler