Kepala BKKBN Sebut Sumsel Bisa jadi Contoh Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia

Rabu, 05 Juli 2023 – 17:13 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru (kanan) bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di acara Gala Dinner dan Penganugerahan Tanda Penghargaan Bidang Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting 2023 di Griya Agung Palembang, Selasa (4/7) malam. Foto: Dokumentasi Humas Pemprov Sumsel

jpnn.com, PALEMBANG - Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menilai penunjukan Provinsi Sumsel menjadi tuan rumah Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 sangat tepat.

Menurut Hasto, hal ini tidak lain berkat capain dan prestasi Sumsel dalam percepatan penurunan angka stunting di Indonesia.

BACA JUGA: Begini Cara Herman Deru Menurunkan Angka Stunting di Sumsel

"Kenapa di Sumsel? Alasan tegas bahwa Sumsel adalah provinsi yang percepatan penurunan stuntingnya terbaik di Indonesia," kata Hasto saat acara Gala Dinner dan Penganugerahan Tanda Penghargaan Bidang Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting 2023 di Griya Agung Palembang, Selasa (4/7) malam.

Hasto mengungkapkan penurunan angka stunting di Sumsel yang mencapai 6 persen dari 24,8 menjadi 18,6 persen adalah suatu capaian yang luar biasa.

BACA JUGA: Gubernur Herman Deru: Insyaallah Sumsel Siap Jadi Tempat Penyelenggaraan Piala Dunia U-17

Angka penurunan stunting tingkat provinsi itu sangat dipercaya, karena sample-nya dari survei yang cukup merata.

"Kami sangat yakin Sumsel dapat menjadi contoh bagi provinsi lain di seluruh Indonesia dalam penurunan angka stunting," tegas Hasto Wardoyo.

Dia mengatakan penghargaan yang diberikan kepada para kepala daerah merupakan dorongan agar penurunan stunting dapat tercapai menjadi 14 persen.

"PR-nya bukan di penghargaan, tetapi setelah itu diterima harus bagaimana menuju angka 14 persen. Nah, kalau untuk Sumsel dari 18 menuju 14 persen tidak terlalu berat, tetapi provinsi lain harus berusaha lebih keras," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan ide-ide baru dan inovasi yang dilakukan oleh Sumsel luar biasa.

Karena itu, menurut Menko Muhadjir wajar kalau pencapaian stunting yang terbaik di Indonesia.

Dia mengatakan saat ini penurunan stunting masuk dalam rangka kerja nasional.

Hal ini karena kegiatannya bertujuan memberikan perhatian sangat serius terhadap keluarga yang merupakan unit terkecil dari suatu negara.

"Saat ini kita sedang berusaha untuk menjauhkan keluarga dari neraka dunia yang dirumuskan dalam tiga hal yaitu stunting, kemiskinan dan narkoba," ungkap Menko Muhadjir.

Dia mengapresiasi Gubernur Sumsel Herman Deru atas prestasi luar biasa dalam menurunkan angka stunting.

"Saya mengapresiasi Pak Gubernur sudah luar biasa, tidak hanya dalam penanganan stunting, tetapi termasuk pengendalian kemiskinan ektrem yang juga cukup berhasil," kata Menko Muhadjir lagi.

Di tempat yang sama, Gubernur Herman Deru mengaku bangga atas ditunjuknya Provinsi Sumsel menjadi tuan rumah Harganas ke-30 yang puncaknya digelar Kamis (6/7) di Kabupaten Banyuasin.

"Terlalu banyak dampak positif bagi kami. Kalau ekonomi tentu, eskalasi luar biasa salah satunya pempek makanan khas Palembang yang biasanya sehari sebelas ton kini menjadi 20 ton," paparnya.

Herman Deru mengatakan pelaksanaan Gala Dinner ini merupakan inisiasinya guna bisa bersilaturahmi bersama seluruh kepala daerah se-Indonesia.

"Saya dengan sengaja menyambut bapak-ibu di sini agar kita bisa bersilturahmi," imbuhnya.

Herman Deru menyebutkan, dirinya saat menjabat sebagai Bupati OKU Timur beberapa tahun lalu juga pernah merasakan menerima penghargaan Manggala Karya Kencana bersama Ketua PKK Hj Febrita Lustia, karena sukses dalam menjalankan program KB.

"Kalau dulu kami mengatur kelahiran tetapi saat ini kami dihadapkan dengan memberantas stunting," ungkapnya.

Herman Deru menyebut berhasilnya Sumsel menurunkan angka stunting sebesar 6,2 persen (dari 24,8 menjadi 18,6 persen) berkat dukungan Kepala BKKBN bersama bupati dan wali kota.

"Keberhasilan kami menurunkan angka stunting ini ada resepnya yaitu aktivasi posyandu. Inilah garda terdepan dalam menurunkan angka stunting di bawah nasional," pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut dilakukan pemberian penghargaan Wira Karya Kencana untuk sejumlah kepala daerah, Dharma Karya Kencana, MKK untuk Ketua TP PKK, dan MKK kepala daerah serta penyerahan akte kelahiran secara simbolis. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler