Kepala BNPB Minta Dokter Gigi dan THT Tidak Praktik Dahulu Selama Wabah Corona

Senin, 06 April 2020 – 20:28 WIB
Kepala BNPB Doni Monardo. Foto: M Fathra Nazrul Islam/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengungkap, lebih dari 20 dokter meninggal dunia selama masa-masa pandemi virus corona di Indonesia.

Namun, kata dia, sebagian besar yang meninggal bukan yang menangani langsung pasien corona atau Covid-19.

BACA JUGA: Pengakuan BNPB soal Data Pasien Covid-19 Sangat Mengkhawatirkan

"Lebih dari 20 dokter kita telah wafat. Sebagian dari beliau yang wafat, ternyata tidak semuanya dokter yang berada di front terdepan," kata Doni saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR secara virtual, Senin (6/4).

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 itu menjelaskan bila dilihat dari latar belakangnya, sebagian yang meninggal dunia merupakan dokter gigi, serta telinga hidung dan tenggorokan (THT).

BACA JUGA: BNPB Tetapkan Masa Darurat Bencana Jadi 91 Hari atau Sampai 29 Mei

"Kalau dilihat dari latar belakang dokter, sebagian itu adalah dokter gigi, dokter THT," ujar Doni.

Oleh karena itu, Doni meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengeluarkan edaran agar dokter gigi, THT, untuk sementara tidak praktik terlebih dahulu.

BACA JUGA: Seksolog Naek L Tobing dan 18 Dokter Indonesia Meninggal Kena Corona

“Kalau toh harus praktik, hanya untuk pasien yang sangat serius,” katanya. 

Selain itu, Doni juga meminta Kemenkes mewajibkan seluruh dokter di rumah sakit umum, maupun swasta, terlebih lagi RS rujukan Covid-19, agar menggunakan alat pelindung diri (APD) yang standar.

Doni menuturkan bahwa jumlah dokter spesialis di Indonesia saat ini mencapai 34.649. Menurut dia, bila dibandingkan dengan jumlah penduduk, tentu masih sangat kurang.

Karena itu, Doni mencari solusi ke depan agar dokter yang sudah berusia lanjut, oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Kemenkes tidak lagi diperkenankan berada di front terdepan.

“Mereka akan diberikan kesempatan untuk melalui program dokter online. Jadi masyarakat tetap bisa berkomunikasi dengan dokter,” katanya.

Doni menambahkan hingga hari ini tercatat sudah 15 juta pasien memanfaatkan telemedicine. Berbagai macam platform untuk dokter online, termasuk 20 unicorn bergabung dengan Kemenkes.

“Data ini bisa diakses lewat website Gugus Tugas,” katanya. (boy/jpnn) 


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler